HARIAN DISWAY - Posisi Adrien Rabiot bersama AC Milan pada musim 2026/2027 mulai mengalami perubahan.
Sempat diproyeksikan sebagai gelandang serang pada awal musim, pemain asal Prancis tersebut kini berpeluang kembali memainkan peran yang lebih familiar baginya di lini tengah.
Ruben Amorim sebelumnya lebih sering menempatkan Rabiot di posisi nomor 10. Keputusan tersebut bukan sepenuhnya karena sang pelatih ingin mengubah posisi Rabiot, melainkan lebih disebabkan kebutuhan tim.
AC Milan sempat kekurangan opsi di lini serang pada awal musim. Christian Pulisic belum sepenuhnya bugar, menit bermain Alphadjo Cisse harus dikelola karena masih berusia 19 tahun, sementara Alexis Saelemaekers masih membutuhkan penyesuaian dalam menjalankan tugas tersebut.
BACA JUGA:Peran Adrien Rabiot Makin Krusial, AC Milan Siapkan Kontrak Baru
BACA JUGA:Tiga Wonderkid AC Milan Mulai Dapat Peluang Main, Amorim Siapkan Rotasi
Ekspresi kekecewaan winger AC Milan, Alexis Saelemaekers, ketika timnya kebobolan dalam laga kontra Benfica. Kamis, 17 September 2026.-Marco Luzzani-Getty Images
Ruben Loftus-Cheek juga belum memberikan kontribusi maksimal dan pemain baru, Omari Hutchinson, baru bergabung dengan tim.
Situasi tersebut membuat Amorim membutuhkan pemain yang mampu memberikan kontribusi ofensif secara konsisten. Rabiot kemudian menjadi salah satu solusi karena memiliki kualitas lengkap dan mampu bermain di beberapa posisi.
Namun, pertandingan melawan Lazio dan Lecce, memberikan gambaran berbeda. Rabiot dinilai lebih nyaman ketika bermain sebagai gelandang tengah dibandingkan saat menjalankan peran sebagai trequartista.
Kemampuan Rabiot dalam mencetak gol dan memberikan assist memang membuatnya bisa menjadi ancaman ketika bermain lebih maju. Dalam dua musim terakhir, ia bahkan mencatat total 25 gol dan assist.
BACA JUGA:Zachary Athekame Bersinar di Lyon, AC Milan Bisa Ketiban Untung
BACA JUGA:Diego Moreira Makin Tajam di AC Milan, Posisi Mana yang Cocok di Skema Amorim?
Meski demikian, karakter permainan Rabiot tidak sepenuhnya cocok dengan tuntutan gelandang serang yang diterapkan Amorim.
Pemain berusia 31 tahun tersebut mampu melakukan penetrasi ke kotak penalti. Tetapi terlihat kurang nyaman ketika harus menerima bola di ruang sempit, terutama dalam posisi membelakangi gawang.