HARIAN DISWAY - OpenAI memperkenalkan Dots, asisten kecerdasan buatan (AI) personal. Dirancang untuk menjalankan berbagai pekerjaan secara mandiri. Termasuk ketika pengguna tidak sedang aktif menggunakannya.
Produk tersebut diperkenalkan CEO OpenAI Sam Altman dalam konferensi pengembang tahunan DevDay 2026 di San Francisco, Amerika Serikat, 29 September 2026.
Peluncuran Dots menandai langkah OpenAI untuk mengembangkan AI. Dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi agen yang dapat menjalankan tugas atas nama pengguna.
Menurut OpenAI, Dots merupakan always-on agent. Ia dapat mempelajari cara kerja pengguna, memahami konteks pekerjaan, serta melanjutkan tugas di latar belakang.
BACA JUGA:OpenAI Klaim Pecahkan Masalah Matematika 90 Tahun dalam 88 Jam
BACA JUGA:OpenAI dan Microsoft Digugat Seattle Times serta Newsday soal Hak Cipta di New York
Setiap Dots memiliki komputer dan browser berbasis cloud yang dapat digunakan untuk menjalankan pekerjaan sesuai instruksi dan izin yang diberikan pengguna.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut ke depan masyarakat akan memanfaatkan AI seperti menggunakan listrik atau air. Pengguna cukup memakai layanan tersebut ketika dibutuhkan.-DC Studio-freepik
Bisa Kerjakan Berbagai Tugas
Dots dirancang untuk menangani pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan sejumlah langkah manual.
Pengguna dapat menyerahkan tanggung jawab tertentu. Kemudian agen tersebut menentukan langkah berikutnya. Lalu terus bekerja sampai menghasilkan sesuatu yang dapat diperiksa pengguna.
Dalam contoh yang diberikan OpenAI, Dots dapat membantu memperbarui materi presentasi, menganalisis data, menindaklanjuti proyek, hingga mengelola pekerjaan yang berkaitan dengan komunikasi dan produktivitas.
BACA JUGA:OpenAI Tahan Pelatihan Model AI Terbesar Usai Insiden Keamanan Siber
BACA JUGA:OpenAI Ditinggal Sejumlah Eksekutif Senior di Tengah Ambisi Besar Perusahaan
Agen itu juga dapat digunakan melalui ChatGPT. Serta diintegrasikan dengan Slack dan Microsoft Teams.
OpenAI menyebut dukungan komunikasi melalui pesan teks sedang dipersiapkan. Kemampuan tersebut membuat konsep Dots berbeda dari chatbot konvensional.