SURABAYA, HARIAN DISWAY - Eksistensi Metro Golf Club Surabaya sudah berlangsung lama. Komunitas ini cukup dikenal di lingkungan pegolf di Jawa Timur. Mereka pun merayakan hari jadinya yang ke 26 dengan turnamen.
Perayaan berbalut turnamen bukan kali pertama digelar komunitas ini. Hampir setiap tahun, mereka mengakomodir pada member dan pegolf untuk bertemu dan berkompetisi.
Konsepnya cukup serius. Hampir menyerupai professional golfers’ association atau PGA. Yakni kompetisi para pegolf profesional kelas dunia.
Sejumlah 191 pegolf turut andil pada turnamen yang berlangsung di Golf Graha Famili, Surabaya, pada Sabtu 3 Oktober 2026. Sebagian besar merupakan member komunitas tersebut.
BACA JUGA:Beyond Infinity Golf Tournamen, Tetap Sengit Meski Hapal Lapangan
Ketua Metro Golf Club Surabaya Vincensius Jonan melakukan tee off di hole satu -Metro Golf Club Surabaya -
Ketua Metro Golf Club Surabaya Vincensius Jonan mengatakan penerapan aturan yang ketat bertujuan mengenalkan permainan golf sebagaimana mestinya.
“Kami mengenalkan bahwa golf lebih seru jika dimainkan sesuai aturan,” ujar Jonan.
Penerapan aturan juga diikuti pengawasan lebih ketat di lapangan. Itu dilakukan untuk meminimalisir praktik cheating sekaligus menjaga sportivitas pertandingan.
Pegolf juga tidak dianjurkan melakukan “kring-kringan” atau bentuk permainan yang tidak sesuai dengan aturan. Penggunaan bola yang sama sejak tee off hingga green turut menjadi perhatian dalam pertandingan.
BACA JUGA:Kevin Caesario Akbar Ukir Sejarah, Juara Ciputra Golfpreneur Tournament 2026
BACA JUGA:Turnamen Golf Petra 2026 Libatkan Mahasiswa dari Berbagai Kampus
Menurut Jonan, konsekuensi dari penerapan aturan tersebut memang membuat jumlah peserta tidak sebanyak turnamen golf pada umumnya. Namun, peserta yang datang dinilai lebih memiliki tujuan untuk bermain dan berkompetisi secara sportif.
“Yang mengikuti turnamen anniversary memang benar-benar ingin bermain golf. Tidak untuk sekadar mencari hadiah,” katanya.
Jonan menegaskan Metro Golf tidak akan mengubah kebijakan tersebut meskipun jumlah peserta berkurang. Baginya, penerapan aturan secara konsisten penting agar hasil pertandingan benar-benar mencerminkan kemampuan pegolf.