Suporter Liverpool Protes Kasus Finansial Man City, Teriakkan Cheat Berulang-ulang

Senin 12-10-2026,08:52 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Retna Christa

HARIAN DISWAY - Manchester City membawa pulang kemenangan 3-0 dari markas Liverpool dalam pekan keenam Premier League, Senin dini hari WIB, 12 Oktober 2026.

Namun, hasil meyakinkan tersebut tidak membuat perhatian publik sepenuhnya tertuju pada persaingan di lapangan. Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial yang melibatkan City menjadi salah satu isu utama sepanjang pertandingan.

Premier League telah menjatuhkan vonis bersalah pada City. Klub milik Sheikh Mansour Bin Zayed al Nahyan tersebut terancam berbagai hukuman. Termasuk pencabutan gelar.

Nah, Liverpool termasuk klub yang memiliki persaingan panjang dengan City. Sehingga kasus tersebut memperbesar ketegangan di antara kedua kubu. Pendukung tuan rumah menilai dugaan praktik pendanaan City telah merusak persaingan yang seharusnya adil.

Bahkan, jika City tidak melanggar aturan finansial, Liverpool berpeluang merebut gelar juara antara 2009-2018.

BACA JUGA:Strategi Banding Man City Terancam Gagal : Dokumen Lawas Etihad Airways ke Pemerintah AS Bocor

BACA JUGA:Man City Terbukti Bersalah, Jurgen Klopp Buka Suara Soal Gelar Liverpool

Pengamanan Diperketat Menjelang Pertandingan


Di balik kemenangan telak Manchester City atas Liverpool di Anfield, atmosfer pertandingan diwarnai gelombang protes keras suporter tuan rumah terkait kasus keuangan.--TheRedmenTV-X

Hubungan Manchester City dan pendukung Liverpool memiliki catatan panjang, termasuk insiden pada 2018 ketika bus tim City diserang dengan lemparan botol, kaleng, dan kembang api menjelang pertandingan Liga Champions.

Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, bus City kali ini diarahkan menuju pintu masuk Anfield yang berbeda dari area dengan konsentrasi pendukung Liverpool terbesar.

Di luar, ketegangan antara kedua kelompok suporter sangat terasa. Aparat keamanan berjaga ketika suporter kedua tim saling berhadapan dan melontarkan ejekan.

Di sekitar stadion, kontroversi City bahkan dimanfaatkan sebagai bahan sindiran melalui berbagai suvenir. Sejumlah pedagang menawarkan atribut yang mengejek klub tamu. 

BACA JUGA:Man City Divonis Bersalah, Erling Haaland Siap Jadi Rebutan 4 Raksasa Eropa Ini

BACA JUGA:Kasus Man City Memanas: Etihad Bersiap Seret Premier League ke Jalur Hukum

Beberapa di antaranya mengambil inspirasi dari Oasis, band asal Manchester yang dikenal sebagai pendukung City. Situasi itu menunjukkan bahwa kasus finansial tersebut telah melampaui perdebatan di kalangan pengamat dan pengelola sepak bola. 

Kategori :