"Pertama, Zhegrova harus bermain. Karena ia jauh lebih efektif daripada Conceiçao. Kedua, Kolo Muani kesulitan ketika dibiarkan sendirian di lini depan," paparnya.
Woltemade masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Kehadirannya membantu Juventus meningkatkan tekanan.
BACA JUGA:Nico Gonzalez Perpanjang Kontrak Juventus hingga 2030
BACA JUGA:Lorenzo Palmisani Jadi Rebutan Juventus dan Inter Milan, Frosinone Pasang Harga Rp240 Miliar
Namun, penyerang asal Jerman itu tidak benar-benar mampu menciptakan ancaman berarti di depan gawang lawan.
Penampilan tersebut semakin memperkuat keraguan Tacchinardi terhadap kesesuaiannya dengan kebutuhan Juventus.
Menurut mantan gelandang timnas Italia itu, Kolo Muani membutuhkan penyerang lain yang bisa mendampinginya secara langsung.
Ia menilai karakter permainan Woltemade tidak sesuai dengan kebutuhan tersebut. "Karena Woltemade bukan penyerang tengah klasik," ujar Tacchinardi.
BACA JUGA:Juventus Mulai Ragu pada Nick Woltemade, Tiga Striker Jadi Alternatif
BACA JUGA:McKennie Segera Jadi Pemain dengan Penampilan Terbanyak di Skuad Juventus
Woltemade sendiri baru sekali menjadi starter untuk Juventus musim ini. Ia mencetak gol melalui tendangan penalti ketika menghadapi NEC di kompetisi Liga Europa.
Selain jumlah penampilan yang terbatas, persoalan kecocokan taktik juga menjadi pertimbangan keberadaan Woltemade di Juventus.
Aksi penyerang Juventus asal Pranis, Randal Kolo Muani, ketika berusaha membongkar lini pertahanan Cagliari, 12 Oktober 2026.--FotMob
Kolo Muani dinilai mengalami kesulitan ketika harus menjadi tumpuan utama di lini depan. Apalagi tanpa pendamping yang sesuai.
Karena itu, perekrutan striker baru pada Januari dipandang sebagai salah satu langkah untuk memperbaiki efektivitas serangan Juventus.
BACA JUGA:Manuel Neuer Absen, Jonas Urbig Jadi Kiper Utama Bayern Munchen Lawan Viking FK