Ia juga menghadapi pilihan sulit antara godaan kekuatan tanpa batas dan kewajiban menangkap seorang pembunuh.
Konflik tersebut diperkirakan menjadi pusat cerita sejak edisi pertama. Kehadiran symbiote Venom sejak awal menunjukkan bahwa Alex Segura dan Farid Karami akan langsung membawa pembaca ke dalam konflik utama.
BACA JUGA:Marvel’s Wolverine Terjual 1,9 Juta Kopi, tetapi Belum Samai Spider-Man 2
BACA JUGA:Spider-Man: Brand New Day Raup 2,33 Miliar Dolar AS, Dekati Rekor Avatar 2
Edisi pertama Spider-Man: Noir dijadwalkan terbit pada 10 Februari 2027. Seri terbatas itu menjadi kesempatan bagi Marvel.
Studio itu akan melanjutkan eksplorasi karakter Spider-Noir melalui medium komik. Terlepas dari nasib adaptasi televisinya.
Ada salah satu persoalan yang dikaitkan dengan tidak berlanjutnya serial Spider-Noir. Yakni perbedaan pandangan Nicolas Cage dan Amazon MGM Studios. Terkait penggunaan kecerdasan buatan atau AI.
Cage menyebut bahwa dirinya tidak bersedia menandatangani dokumen yang mengizinkan penggunaan AI dalam produksi serial tersebut.
BACA JUGA:Spider-Man: Brand New Day Tembus Rp32 Triliun dalam 3 Pekan, Rekor Gila!
BACA JUGA:Trailer Spider-Man: Beyond the Spider-Verse Bocor, Ini Respons Produser
Dalam penampilannya di New York Comic Con, Cage menyampaikan kritik terhadap pendekatan perusahaan terhadap teknologi AI.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mendukung penggunaan AI. Terutama dalam proses kreatif yang melibatkan penampilannya.
“Amazon adalah perusahaan yang sangat ramah terhadap AI..dengan investasi sebesar USD 50 miliar di OpenAI. Saya adalah aktor yang tidak ramah terhadap AI," ungkapnya.
"Jadi, hubungkan sendiri titik-titiknya! Saya bukan bagian dari kelompok mereka. Saya tidak menandatangani dokumen yang mengizinkan mereka menggunakan AI dalam Spider-Noir,” tambahnya.
BACA JUGA:Spider-Man: Brand New Day Hadirkan Kutipan Paling Bermakna dalam Sejarah MCU
BACA JUGA:Mysterio Dinilai Jadi Musuh Spider-Man Paling Berbahaya di MCU, Lampaui Green Goblin