PPI AS Melonjak 6,3 Persen, Bitcoin Tertekan, Dibayangi Risiko Penurunan

Jumat 16-10-2026,08:23 WIB
Reporter : Nanda Nur Wahyudi*
Editor : Indria Pramuhapsari

HARIAN DISWAY – Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan. Salah satu pemicunya adalah inflasi produsen Amerika Serikat (AS) yang melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Data tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sebagian analis pasar bahkan memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Langkah itu bakal mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) menunjukkan bahwa indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) meningkat 6,3 persen secara tahunan pada September 2026. Sebelumnya, angka Agustus adalah 5,6 persen.

Secara bulanan, PPI naik 1,3 persen. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Maret 2022. Kenaikan tersebut juga jauh melampaui perkiraan para ekonom.

BACA JUGA:Harga Bitcoin Anjlok 4,14 persen dalam Sehari, Ethereum Lebih Parah! Ini Penyebabnya...

BACA JUGA:Harga Bitcoin Naik Tembus 100 Ribu Dolar Amerika

Sebelumnya, pasar memperkirakan PPI meningkat sekitar 0,5 persen secara bulanan. Namun, tekanan biaya produksi membuat kenaikannya lebih tinggi. Itu juga berpotensi merambat ke harga barang serta jasa yang dibayar konsumen.

Harga Energi Dorong Inflasi

Lonjakan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan PPI. Harga barang untuk permintaan akhir meningkat 2,6 persen sepanjang September. Sedangkan, harga energi melonjak 10,8 persen dalam periode yang sama.

Harga bahan bakar bahkan meningkat 20,3 persen secara bulanan. Kenaikan biaya bahan bakar berpotensi menambah beban transportasi, logistik, dan produksi, sehingga perusahaan kesulitan menaikkan harga jual.

Selain barang, harga jasa untuk permintaan akhir juga meningkat 0,8 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan inflasi tidak hanya berasal dari komoditas energi, tetapi juga mulai terlihat pada berbagai komponen jasa.

BACA JUGA:Harga Bitcoin Jatuh di Awal Tahun, Ini Penyebabnya Utamanya!

BACA JUGA:Harga Bitcoin Bisa Mencapai USD 100 Ribu usai Bitcoin Halving Day

PPI menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor karena perubahan biaya di tingkat produsen dapat memengaruhi inflasi konsumen.

Namun, kenaikan harga produsen tidak selalu langsung diteruskan kepada konsumen karena perusahaan dapat menyerap sebagian biaya tambahan atau menyesuaikan harga secara bertahap.

Bitcoin Tertekan Prospek Suku Bunga

Tekanan terhadap Bitcoin juga muncul setelah inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) naik menjadi 3,7 persen secara tahunan pada September. Inflasi inti yang tidak memasukkan pangan dan energi meningkat menjadi 2,6 persen secara tahunan.

Kategori :