Harga Emas Dunia Menguat Tipis, Pasar Cermati Minyak dan Arah Suku Bunga The Fed

Senin 19-10-2026,12:37 WIB
Reporter : Nanda Nur Wahyudi*
Editor : Indria Pramuhapsari

Angka tersebut mencerminkan ekspektasi pasar dan dapat berubah mengikuti perkembangan data ekonomi serta pernyataan pejabat The Fed.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp11.000 Per Gram Hari Ini, Cek Selengkapnya di SIni!

BACA JUGA:Pegadaian-Kadin Perluas Akses Emas untuk UMKM hingga Korporasi

Bagi emas, arah suku bunga menjadi faktor penting karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga meningkat, aset berbunga seperti obligasi dapat menjadi lebih menarik dibandingkan emas. Sebaliknya, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi biaya peluang memegang emas.

Harga Logam Mulia Lain Ikut Menguat

Penguatan juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 0,9 persen menjadi USD57,54 per troy ounce.

Platinum meningkat 0,7 persen ke level USD1.642,29 per troy ounce, sedangkan paladium menguat 1,5 persen menjadi USD1.129,13 per troy ounce.

Meski demikian, arah harga logam mulia masih berpotensi berubah seiring perkembangan inflasi, harga energi, dan ekspektasi kebijakan moneter AS.

BACA JUGA:Harga Emas Dunia dan Logam Mulia Melonjak, Didorong Faktor Geopolitik hingga Kebijakan Bank Sentral AS

BACA JUGA:Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Ini, Antam Bisa Tembus Rp2,86 Juta Per Gram

Investor akan mencermati data PCE serta keputusan The Fed untuk menilai apakah tekanan inflasi cukup kuat untuk mendorong pengetatan moneter lebih lanjut.

Untuk emas, kombinasi harga minyak yang lebih rendah dan penurunan imbal hasil obligasi berpotensi memberikan dukungan, tetapi inflasi yang bertahan tinggi tetap menjadi risiko bagi pergerakan harga selanjutnya. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema.

Kategori :