Buffon Bela Spalletti, Pelatih Bukan Satu-satunya Masalah Juventus

Rabu 21-10-2026,08:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Gianluigi Buffon menilai Luciano Spalletti layak mendapat kesempatan untuk membenahi Juventus. 

Ia membela Spalletti di tengah tekanan setelah kekalahan 0-3 dari Lazio pada lanjutan Serie A, 21 Oktober 2026.

Kekalahan di kandang sendiri tersebut membuat Juventus tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen.

Situasi itu meningkatkan tekanan terhadap Spalletti. Terlebih setelah bek tengah Gleison Bremer melontarkan kritik kepada sejumlah rekan setimnya seusai pertandingan.

BACA JUGA:Resmi! Eks CEO Juventus Damien Comolli Turun Kasta, Pimpin Pisa SC di Serie B

BACA JUGA:Luciano Spalletti Harus Benahi Ruang Ganti Juventus, Kasus Bremer Jadi Sorotan


Gianlugi Buffon meraih penghargaan UEFA President's Awards 2024-Instagram @uefa_official-

Bremer menuding beberapa pemain Juventus bermain dengan rasa takut. Para pemain memilih bersembunyi ketika tim membutuhkan kontribusi mereka.

Namun, laporan pada 20 Oktober 2026 menyebut manajemen Juventus masih memberikan dukungan kepada Spalletti untuk sementara waktu. Bremer juga dikabarkan telah meminta maaf kepada rekan-rekannya.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Buffon mengaku memahami reaksi Bremer. Mantan penjaga gawang Juventus dan tim nasional Italia itu menyebut dirinya pernah meluapkan emosi serupa ketika masih aktif bermain.

“Itu selalu terjadi secara spontan. Saya tidak pernah merencanakan pidato. Saya selalu merasa perlu berbicara pada saat itu. Saya tahu ada hal-hal tertentu yang harus saya sampaikan pada waktu tertentu,” ujar Buffon.

BACA JUGA:Antonio Conte Kian Diinginkan Kembali ke Juventus, Spalletti Tertekan Usai Kekalahan Telak

BACA JUGA:Kalah Telak dari Lazio, Statistik Buktikan Juventus Era Spalletti Alami Kemunduran

Ia memahami dorongan Bremer untuk menegur rekan setim. Tetapi mengingatkan bahwa seorang pemain harus terlebih dahulu mengevaluasi kontribusinya sendiri. Baru kemudian mengkritik orang lain.

“Ketika berbicara, Anda harus berada dalam posisi sebagai orang yang memberikan kontribusi paling besar. Sehingga pantas melontarkan kritik tertentu. Meski begitu, Anda harus mempertanyakan diri sendiri terlebih dahulu. Terkadang, saya juga perlu ditegur,” lanjutnya.

Kategori :