HARIAN DISWAY - Panggung terakhir Phillip Island menjadi pertaruhan hidup-mati Marco Bezzecchi. Berbekal modal kemenangan manis di Mandalika dan kenangan manis Sprint Race musim lalu, sang 'Kalajengking dari Rimini' siap menebar ancaman nyata dalam perebutan takhta juara dunia MotoGP 2026.
Sirkuit legendaris di Australia ini dipastikan tidak akan lagi masuk dalam kalender MotoGP mulai 2027 dan bakal digantikan oleh sirkuit baru di Adelaide.
Edisi pamungkas di Phillip Island diprediksi berlangsung sangat sengit. Saat ini, hanya dua poin yang memisahkan Jorge Martin dan Marc Marquez di puncak klasemen sementara!
Meski persaingan Martin dan Marquez menjadi sorotan utama, Marco Bezzecchi secara matematis masih berpeluang masuk dalam perebutan gelar. Pembalap berjuluk 'Kalajengking dari Rimini' tersebut kini mengoleksi selisih 46 poin, dengan total 185 poin maksimal yang masih bisa diperebutkan di sisa musim.
Bezzecchi kini menghadapi fase krusial tanpa ruang untuk ragu. Satu-satunya strategi untuk menghadapi sisa seri musim ini adalah tampil menyerang secara konsisten, dimulai dari Phillip Island.
BACA JUGA:Sempat Terancam Konflik Geopolitik, Sirkuit Losail Resmi Gelar MotoGP dan F1 Qatar Nopember Ini
BACA JUGA:Ancam Dominasi Marc Marquez, 'Karya' Masa Lalu Gigi Dall'Igna Hantu Ducati
Meskipun tertinggal dari Martin dan Marquez, peluang Bezzecchi meraih gelar juara dunia masih terbuka. Selama asa itu ada, ia dipastikan bakal menyuguhkan performa maksimal.
Di Australia, Bezzecchi punya rekam jejak yang menjanjikan. Pada edisi 2025, ia tampil sangat cepat dan sukses memenangi Sprint Race. Sayangnya, peluangnya menjuarai balapan utama hari Minggu kandas akibat hukuman Double Long Lap Penalty, yang kemudian dimanfaatkan Raul Fernandez untuk merebut podium tertinggi.
Oleh karena itu, target Bezzecchi kali ini sangat jelas: menyapu bersih 37 poin maksimal. Kemenangan pada seri sebelumnya di Indonesia berhasil mengembalikan kepercayaan dirinya yang sempat goyah akibat cedera di Sachsenring pada Juli lalu.
Marco Bezzecchi, merayakan kemenangan GP Indonesia 2026 bersama kru Aprilia Racing. --Twitter Michelin Motorsport @Michelin_Sport
"Saya senang bisa mengamankan kemenangan di Mandalika. Itu menjadi obsesi saya sejak mengalami kecelakaan dan cedera di Sachsenring. Saya sangat lega bisa membuktikan pada diri sendiri bahwa saya masih mampu bersaing untuk menang. Sekarang fokus saya sepenuhnya pada akhir pekan ini," ujar Bezzecchi.
Terkait spekulasi Team Order untuk mengadang langkah Marc Marquez di GP Australia 2026, Bezzecchi menegaskan belum ada instruksi khusus dari tim.
"Kami tidak membahas team order. Ini akhir pekan balapan yang normal. Kami selalu bekerja sama dengan tim Trackhouse dan Aprilia, serta menyadari betapa pentingnya peran mereka bagi kami," tutur Bezzecchi.
BACA JUGA:Langkah Cerdik Liberty Media: Kala Catur F1 dan MotoGP Menyatu di Austin
BACA JUGA:Kabar Buruk Paddock MotoGP: Musim 2026 Toprak Razgatlioglu Berakhir di Milan
"Berkumpul dan berdiskusi adalah hal yang lumrah. Itu bukan rapat resmi, hanya ngopi santai, dua atau tiga cangkir!" tambahnya.
"Jika nanti ada arahan khusus dari tim, kami tentu akan mendengarkan dan menyesuaikan strategi. Namun untuk saat ini, belum ada pembicaraan ke arah sana," pungkasnya.
Lantas, mampukah Bezzecchi mengulang sensasi kemenangan di Sprint Race GP Australia 2025 sekaligus melanjutkan tren positif dari GP Indonesia 2026?(*)