Selain pelayanan kesehatan, Pemprov Jatim memberikan bantuan untuk mendukung kebutuhan anak-anak peserta khitanan massal. Khofifah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus menunjang semangat belajar anak.
BACA JUGA:Khofifah Tambah Kuota Khitan Massal di Sumenep Jadi 175 Anak
BACA JUGA:Kering di Sumenep, Khofifah Siapkan Sumur Bor pada 2027
“Kami berharap perlengkapan sekolah yang diberikan dapat mendukung semangat belajar anak-anak, sementara bantuan lainnya membantu meringankan kebutuhan keluarga,” ungkapnyi.
Khofifah menegaskan, bakti sosial tersebut juga sejalan dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.
Menurutnyi, pembangunan daerah tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemerataan pelayanan dasar juga menjadi indikator penting.
BACA JUGA:Khofifah Luncurkan Magister Kajian Turats Pertama di Indonesia
Karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mendekatkan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
“Pembangunan berkelanjutan harus dirasakan manfaatnya masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang mudah diakses,” ungkap Khofifah.
Dia berharap momentum Hari Santri dan Hari Jadi Jatim memperkuat kepedulian sosial. Generasi muda diharapkan tumbuh sehat, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (*)