Karhutla dan Pertaruhan Kesehatan Publik

Minggu 25-10-2026,20:29 WIB
Oleh: M. Dzulfikar Al Ghofiqi & Nidya U.

Ketiga, ukuran keberhasilan harus mencakup perlindungan kesehatan. Selain luas lahan yang dipadamkan, pemerintah perlu melaporkan lamanya paparan udara tidak sehat, kecepatan penyediaan perlindungan, dan jangkauan layanan kelompok rentan. Data kesehatan perlu dibaca bersama kualitas udara agar evaluasi melampaui jumlah kunjungan pasien.

Api mungkin mereda ketika hujan turun, tetapi tanggung jawab pemerintah berlanjut sampai warga terlindungi dan penyebab kebakaran ditangani. Keberhasilan harus terlihat pada berkurangnya paparan asap dan risiko kebakaran berulang. Hak untuk bernapas perlu menjadi pertimbangan nyata dalam keputusan tentang lahan, anggaran, serta pengawasan. (*)

*) Muhammad Dzulfikar Al Ghofiqi adalah dosen Departemen Administrasi Publik, FISIP, Unair.

*) Nidya Ulfiana Tsania adalah dokter umum, Fakultas Kedokteran, Unair.

Kategori :