HARIAN DISWAY - Grok merilis cuplikan berdurasi tujuh menit dari adaptasi The Odyssey berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tiga bulan sebelumnya, Elon Musk menjanjikan film berdurasi penuh yang akurat secara historis. Alih-alih merilis film utuh, perusahaan tersebut menyebut cuplikan itu sebagai Episode 1 of our Odyssey series.
Video tersebut dibuat melalui kolaborasi dengan Wonder Studios dan sutradara Dev Walker. Namun, hasilnya menuai kritik. Karena dinilai minim sentuhan artistik, emosi, dan daya tarik cerita.
Musk sebelumnya mengkritik adaptasi The Odyssey garapan Christopher Nolan. Karena pemilihan aktor nonkulit putih dan transgender. Perbedaan pendekatan keduanya juga terlihat dalam proses produksi.
BACA JUGA:Elon Musk Akan Ganti Nama SpaceXAI Menjadi SpaceXSI
BACA JUGA:5 Fakta The Odyssey, Mahakarya Christopher Nolan yang Sempat Diprotes Elon Musk
AI Grok menampilkan cuplikan The Odyssey versi AI. Namun, cuplikan itu menuai kritik.--shutershock
Sebagai CEO SpaceX dan Tesla, Musk kerap mempromosikan teknologi AI. Termasuk gagasan pusat data di luar angkasa.
Sebaliknya, Nolan menggambarkan dirinya sebagai sosok yang skeptis terhadap teknologi. Ia menyoroti penolakan publik terhadap AI.
Film Nolan mengandalkan proses pembuatan film secara langsung. Dengan penggunaan efek visual. Produksinya berlangsung di enam negara. Melibatkan ribuan pemain serta kru.
Setelah dirilis pada Juli 2026, film tersebut meraih kesuksesan box office, dengan sejumlah pemutaran IMAX terjual habis selama berbulan-bulan.
BACA JUGA:Rumor SpaceX Kembangkan Perangkat AI Mirip Ponsel, Elon Musk Langsung Membantah
BACA JUGA:Emily Wilson Akan Terjemahkan Ulang The Odyssey Karya Homer
Film itu juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat dalam persaingan Academy Awards berikutnya.
Dari sisi visual, adaptasi Grok dinilai tidak seburuk yang diperkirakan. Beberapa adegan bahkan cukup meyakinkan. Mampu menggambarkan para tokoh yang berlayar di laut. Seolah diperankan aktor sungguhan.