BACA JUGA:Rex Orange County dan Daniel Caesar Kolaborasi di Single Indecision
Di balik perkembangan karier tersebut, Emei mengalami masa sulit pada 2024. Saat itu, nenek tercintanya meninggal dunia.
Kehilangan itu menjadi salah satu sumber utama dalam proses kreatif yang melahirkan Night at the Opera.
Bersama produser Ricky Reed, Justin Tranter, dan sejumlah kolaborator lain, Emei menuangkan pengalaman duka, perpisahan dengan teman-teman, kehilangan arah, hingga krisis seperempat abad ke dalam musiknya.
“Proyek tersebut lahir dari duka dan menjadi evolusi besar dalam perjalanan bermusik saya. Karena ditulis ketika saya mengalami emosi yang sangat intens,” kata Emei.
BACA JUGA:Jungle Rilis Album Kelima Sunshine dengan Warna Musik Lebih Ceria
BACA JUGA:Watchdog, Duo Jazz Prancis Tampil di JW Marriott Surabaya, Bawa Semangat Pertukaran Budaya
Selain mengembangkan karya solo, Emei juga terlibat dalam film animasi Netflix Steps melalui lagu “The Understudy”.
Lagu tersebut dijadwalkan dirilis pada 20 November mendatang, menurut materi yang menyertai pengumuman proyek.
Dalam Night at the Opera: Intermission, Emei berkisah tentang seseorang yang merasa hidupnya mulai membaik. Lantas berhadapan dengan masa lalu yang pedih.--Secret Signals
Soundtrack Steps akan memuat empat lagu orisinal yang ditulis dan diproduseri oleh nomine Grammy, Justin Tranter.
Proyek tersebut juga menghadirkan vokal tambahan dari nomine Academy Awards Amanda Seyfried, Rose Gray, dan Emei.
BACA JUGA:BE:FIRST Rilis Bruce Wayne, Gandeng Flo Milli dan ATL Jacob
BACA JUGA:Robert Plant Merasa Bebas Setelah Led Zeppelin, Pilih Hidup Jauh dari Sorotan
Serta musik garapan Kris Bowers, peraih Academy Award yang dikenal melalui karyanya untuk Bridgerton.
Emei mengaku merasa seperti mewujudkan mimpi ketika mendapat kesempatan menulis lagu untuk film tersebut.