MotoGP, Pengangguran Terbuka, dan Nobel Ekonomi 2026

Senin 02-11-2026,05:33 WIB
Oleh: M. Firmansyah*

Tantangan utama ekonomi berbasis acara (event-based economy) seperti MotoGP adalah risiko seasonal employment, yaitu lonjakan penyerapan kerja yang hanya bertahan beberapa hari, lalu menyusut drastis begitu acara selesai. 

Dalam perspektif ekonomi regional, jika kondisi itu dibiarkan, efek pengganda (multiplier effect) terhadap penurunan TPT akan sangat terbatas dan bersifat sementara. MotoGP perlu dijadikan sebagai sebuah ekosistem bisnis yang menggabungkan hulu-hilir industri sport tourism. 

Dengan jangka kontrak hingga 2031, kawasan Mandalika memiliki rentang waktu yang ideal untuk bertransisi dari sekadar arena pacu (event venue) menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru (new regional growth pole). 

Pelaku UMKM berani berinvestasi pada peningkatan kualitas produk dan kapasitas (upskilling), perguruan tinggi serta lembaga vokasi dapat merancang kurikulum yang presisi dengan kebutuhan industri pariwisata, dan rantai pasok lokal dapat beroperasi secara konsisten sepanjang tahun.

Pelajaran berharga dari kombinasi perhelatan MotoGP di Mandalika, tantangan TPT nasional, dan pesan Nobel Ekonomi 2026 sangat jelas. Kebijakan makro dalam memangkas pengangguran tidak akan efektif tanpa kepastian konkret bisnis di tingkat mikro.

Menyambut tawaran perpanjangan kontrak MotoGP hingga 2031 bukan sekadar gengsi-gengsian, melainkan keputusan strategis bagi ekonomi regional. Kepastian aktivitas di Mandalika adalah wujud nyata dari ”karpet merah” regulasi yang dibutuhkan dunia usaha. Meski demikian, bola berada di tangah pemerintah pusat, setuju atau tidak setuju dengan tawaran Dorna.

Walaiu demikian, pada bisnis apa pun, kepastian menyebabkan modal masuk, kapasitas bisnis berkembang, dan lapangan kerja baru tercipta secara berkelanjutan. Di saat yang sama, pemerintah menyiapkan secara serius perangkat sumber daya manusia dan produk lokal untuk berpartisipasi penuh dalam industri itu. (*) 

*) M. Firmansyah adalah associate professor dalam regional economics dan dosen magister ilmu ekonomi Universitas Mataram.

 

Kategori :