Pemkab Gresik Uji Coba PIRINGKU: Salurkan Makanan Tiap Hari ke Lansia

Kamis 05-11-2026,09:53 WIB
Reporter : Moch Sahirol Layeli
Editor : Noor Arief Prasetyo

Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menguji coba program Pemberian Makanan Khusus pada Lansia (PIRINGKU) di Kecamatan Ujungpangkah. Sebanyak 40 lansia tunggal kurang mampu menerima makanan siap konsumsi setiap hari selama dua bulan.

USIANYA genap satu abad. Namun, Ndukurfiah masih harus menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah kontrakan di Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Anak yang seharusnya mendampinginya kini merantau ke luar negeri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, perempuan lansia itu memiliki keterbatasan, termasuk dalam urusan menyiapkan makanan.

Kini tak lagi sama. Ada perhatian yang datang setiap pagi. Melalui program PIRINGKU (Pemberian Makanan Khusus pada Lansia), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengirimkan makanan siap konsumsi untuk Ndukurfiah dan puluhan lansia lain yang tinggal sendiri.

Saat menerima bantuan tersebut, Ndukurfiah mengaku senang. “Saya senang, Bu. Maturnuwun, sudah diberi makanan. Alhamdulillah,” ujarnya.

BACA JUGA:Cara Jitu Pemkab Gresik Genjot Pajak: Tembus Rp590 Miliar, Wajib Pajak Diganjar Hadiah

BACA JUGA:Gandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, Pemkab Gresik Penuhi Kuota Sekolah Rakyat

Ndukurfiah menjadi salah satu gambaran persoalan yang ingin dijawab melalui program percontohan PIRINGKU. Bukan sekadar memberikan bantuan pangan, program tersebut menyasar kelompok lansia yang kerap luput dari perhatian, terutama mereka yang tinggal sendiri tanpa pendamping perawatan.

Pemkab Gresik mulai menguji coba program tersebut di Kecamatan Ujungpangkah sejak 3 November 2026. Sebanyak 40 lansia tunggal kurang mampu menjadi penerima manfaat. Mereka mendapatkan makanan siap konsumsi setiap hari selama 60 hari atau dua bulan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh menjelaskan, sasaran PIRINGKU adalah warga berusia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri dan tidak memiliki pihak untuk merawat. Bantuan diberikan dalam bentuk makanan siap santap, bukan uang tunai maupun sembako.

“Kami memberikan makanan yang sudah siap dikonsumsi untuk siang hari karena mereka sudah memiliki keterbatasan tenaga untuk memasak sendiri,” jelasnya.


Ndukurfiah, lansia 100 Tahun penerima manfaat program PIRINGKU.-Diskominfo Kab. Gresik-

Ada hal yang membedakan PIRINGKU dengan bantuan makanan pada umumnya. Menu yang disiapkan tidak dibuat secara sembarangan. Sebelum menjadi penerima manfaat, para lansia menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas puskesmas. Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, termasuk penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes.

Hasil pemeriksaan menjadi salah satu dasar penyesuaian menu. Komposisi makanan mencakup karbohidrat, sayuran, dan lauk-pauk yang disusun berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan serta ahli gizi.

Dengan begitu, bantuan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan makan sehari-hari, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan penerimanya.

Pelaksanaan program ini turut melibatkan masyarakat setempat melalui kelompok masyarakat (Pokmas). Ketua Pokmas Mangrove Ujungpangkah Husnul Hatimah mengatakan, pihaknya mengerahkan warga dari sejumlah desa untuk menyiapkan hingga mengantarkan makanan.

Kategori :