OpenAI Rilis GPT-6 Cyber dengan Peringkat Risiko Kritis, Mampu Lacak Celah Zero-Day

Sabtu 07-11-2026,13:30 WIB
Reporter : Nanda Nur Wahyudi*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

OpenAI juga memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penggunaan model di luar kewenangan pengguna.

Pengamanan tambahan diterapkan. Khususnya terhadap permintaan yang berkaitan dengan infrastruktur penting, sistem industri, layanan publik, dan sistem pemilu.

Perusahaan menegaskan bahwa penggunaan GPT-6 Cyber harus dilakukan dalam lingkungan pengujian yang terisolasi.

Dengan batasan jelas. Mengenai target, jaringan, kredensial, dan tindakan yang diperbolehkan.

BACA JUGA: OpenAI Tolak Tawaran Akuisisi Elon Musk Senilai USD 97,4 Miliar

BACA JUGA:Profil Shivon Zilis, Perempuan yang Lahirkan Anak Ke-14 Elon Musk: Pernah Jadi Eksekutif OpenAI

Hasil Pengujian Menunjukkan Kemampuan Tinggi

Dalam evaluasi yang dilakukan bersama perusahaan keamanan siber Irregular, GPT-6 Cyber berhasil menyelesaikan 11 dari 11 tantangan pada pengujian CyScenarioBench setidaknya satu kali. Model sebelumnya, GPT-6 Astra, menyelesaikan delapan dari 11 tantangan.

Namun, hasil pengujian lain menunjukkan kemampuan yang tidak selalu lebih unggul. Pada FrontierCyber, GPT-6 Cyber menyelesaikan 90 dari 288 tantangan. Sedangkan GPT-6 Astra mencapai 96 tantangan.

Pengujian tersebut mencakup pencarian dan eksploitasi kerentanan pada perangkat lunak maupun perangkat keras.

Irregular juga melaporkan. Bahwa kedua model tidak berhasil melakukan serangan terhadap target yang telah sepenuhnya diperkuat sistem keamanannya.

BACA JUGA:AI Eksperimental Milik OpenAI Raih Medali Emas di Olimpiade Matematika Internasional

BACA JUGA:OpenAI Rilis Model Bahasa Besar Open-Weight Baru untuk Pertama Kalinya Sejak 2019

Hasil itu memperlihatkan bahwa kemampuan GPT-6 Cyber berbeda-beda. Bergantung pada jenis dan tingkat kesulitan pengujian. Peringkat kritis tidak berarti model mampu menembus seluruh sistem keamanan.

AI Keamanan Siber Hadir dengan Risiko Ganda

Peluncuran GPT-6 Cyber memperlihatkan semakin besarnya peran AI dalam industri keamanan digital.

Perusahaan teknologi dapat memanfaatkan model tersebut untuk mempercepat audit kode, menemukan kelemahan sistem, dan menguji ketahanan perangkat lunak.

Namun, teknologi yang sama juga dapat meningkatkan kemampuan pelaku kejahatan siber. Terlebih bila digunakan tanpa pengawasan.

Kategori :