Dua Pendaki Asal Sidoarjo Hilang di Semeru

Sabtu 07-11-2026,21:08 WIB
Reporter : Noor Arief Prasetyo
Editor : Noor Arief Prasetyo

HARIAN DISWAY - Dua pendaki asal Sidoarjo berinisial BK dan MWF dilaporkan hilang saat melakukan pendakian tanpa prosedur resmi di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Sabtu, 7 November 2026. Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa menyatakan bahwa laporan kondisi membahayakan manusia tersebut diterima langsung dari Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Ranu Pani pada siang hari.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kedua pemuda berusia 19 tahun tersebut merencanakan kegiatan pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sejak tanggal 31 Oktober 2026. Namun, sejak tanggal 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, kedua pendaki muda tersebut sudah tidak lagi dapat dihubungi oleh pihak keluarga maupun kerabat terdekat.

Pihak keluarga korban yang merasa cemas kemudian telah melaporkan secara resmi perihal kehilangan anggota keluarga tersebut di wilayah Sidoarjo. Penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang kemudian membuahkan petunjuk penting ketika diperoleh informasi bahwa kedua pendaki sempat menyewa sepeda motor di Terminal Lumajang guna menuju kawasan Ranu Pani.

Kendaraan roda dua sewaan tersebut akhirnya berhasil ditemukan terparkir di area ladang milik warga sekitar kawasan pendakian Gunung Semeru pada Jumat siang pukul 13.00 WIB. Menindaklanjuti laporan hilangnya pendaki tersebut, Kantor SAR Banyuwangi langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel rescue terlatih menuju ke lokasi kejadian perkara.

Operasi pencarian darurat ini melibatkan empat personel Tim Rescue Pos SAR Jember serta lima personel Tim Rescue dari Kantor SAR Banyuwangi dengan estimasi waktu perjalanan darat sekitar tiga jam lebih. Selain unsur Basarnas, operasi pencarian di lapangan juga didukung penuh oleh berbagai pihak terkait termasuk petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Polrestabes Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, serta partisipasi aktif dari warga masyarakat setempat.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat proses penyisiran di titik-titik jalur pendakian yang dicurigai. Untuk menunjang efektivitas pencarian di medan pegunungan yang terjal dan luas, tim SAR gabungan juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung yang memadai. Berbagai peralatan canggih seperti drone thermal diturunkan bersama perlengkapan mountaineering, jungle rescue, perangkat medis darurat, serta peralatan evakuasi lengkap di tengah kondisi cuaca di lokasi yang dilaporkan cerah berawan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho menambahkan bahwa pihaknya terus bersiaga dan menunggu informasi resmi lanjutan dari TNBTS mengenai perkembangan operasi pencarian di lapangan. Seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen untuk melaksanakan pencarian secara maksimal dengan mengedepankan koordinasi terpadu demi menemukan keberadaan kedua pendaki muda tersebut. (*)

Kategori :