Cheng Yu Ketua Umum INTI Teddy Sugianto: Hou De Zai Wu

Cheng Yu Ketua Umum INTI Teddy Sugianto: Hou De Zai Wu

--

TEDDY Sugianto alias Huang Dexin (黄德新) ingin menjadi orang yang digambarkan pepatah favoritnya: 厚德载物 (berakhlak mulia dan bisa merangkul semua). Adagium yang bisa dibaca hòu dé zài wù ini berasal dari I Ching (易经), kitab Tiongkok kuno berisi filosofi-filosofi dan kejadian-kejadian alam semesta yang terus dikaji hingga kini.

"Perkembangan masyarakat modern semakin menunjukkan bahwa keberhasilan karir seseorang tidak hanya bergantung pada faktor intelektual, tetapi juga pada faktor non-intelektual, terutama karakter moralnya," tulis ketua umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) tersebut, melalui WA.

Ajaran Tiongkok klasik, terutama yang bersumber dari falsafah Konfusius, memang sangat menjunjung tinggi moral. Dulu, Tiongkok era kedinastian bahkan menamai dirinya "礼仪之邦" (lǐ yí zhī bāng): negeri tata krama.

Makanya, menurut Konfusius, bagi mereka yang ingin sukses menjadi pemimpin, baik rumah tangga, perusahaan, negara, atau bahkan mungkin dunia, yang pertama-pertama mesti dibenahi adalah akhlak diri sendiri. 

 

 

Urutannya, terang Konfusius, "修身-->齐家-->治国-->平天下" (xiū shēn --> qí jiā-->zhì guó-->píng tiān xià): perbaiki diri-->bangun keluarga-->urus negara-->menjadi berkat bagi alam semesta (rahmatan lil 'aalamin, kalau dalam istilah Islam). Tidak bisa dibolak-balik.

Saking pentingnya budi pekerti, Nabi Muhammad pernah mengakui, "Innamaa bu'isttu li'utammima makaarimal akhlaq" (saya diutus ke dunia tak lain untuk memperbaiki moral manusia).

Harapannya, dengan terus-menerus menempa etika, kita akan menjadi lebih berpikiran terbuka dan berlaku bijaksana. "Mengapa laut begitu luas? Karena dapat menampung sungai yang tak terhitung jumlahnya. Mengapa bumi begitu luas? Karena tahu bagaimana menampung segala sesuatu, sehingga dapat memberi makan semua." pungkas Teddy. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: