Dicari: 4.500 Relawan Vaksin Merah Putih

Dicari: 4.500 Relawan Vaksin Merah Putih

PENELITIAN terhadap vaksin Merah Putih di Universitas Airlangga terus berlangsung. Uji praklinis III terhadap hewan makaka sudah hampir selesai. Awal bulan depan dijadwalkan untuk uji klinis. Mencoba vaksin itu ke manusia. Diperlukan 100 relawan untuk uji klinis tahap pertama.

Koordinator Penelitian Vaksin Merah Putih Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, uji tantang dengan hewan makaka masih belum selesai. Tapi selama ini prosesnya berjalan lancar. Hewan juga masih terlihat baik. Tidak menunjukkan gejala apa pun.

Hasil uji praklinis pada hewan, kata Nyoman, akan kelihatan akhir bulan ini. Bila hasilnya memuaskan, dilanjutkan ke fase uji klinis satu. ”Tunggu dulu ya. Kami belum bisa menyimpulkan,” katanyi.

Koordinator Penelitian Vaksin Merah Putih Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Foto: Unair)

Menurut Nyoman, ada tiga fase uji klinis. Untuk uji klinis pertama akan menyertakan 100 orang relawan. Sedangkan untuk fase dua sejumlah 400 orang. Pada fase ketiga sejumlah 4 ribu orang.

Setiap fase, akan dilakukan evaluasi. Jika memang hasilnya bagus, Vaksin Merah Putih akan masuk fase selanjutnya. Sama seperti proses pengujian vaksin lainnya.

Seharusnya uji klinis I dilakukan Agustus. Tapi penelitian sempat kesulitan mendapatkan makaka. Alhasil, penyuntikan pada hewan makaka sedikit mundur waktunya. Jika tidak ada masalah, targetnya akhir Oktober masuk uji klinis tahap I.

Lalu apa syarat menjadi relawan? Nyoman belum mau menjelaskan. Sebab urusan relawan semuanya dipegang oleh RSUD dr Soetomo. ”Kalau ada yang mau jadi relawan langsung tanya ke RSUD dr Soetomo ya,” ujar Wakil Rektor I Unair itu.

Nyoman mengklaim Vaksin Merah Putih mampu menangkal Covid-19 varian delta. Juga varian lain yang berkembang di Indonesia. Namun, tambah Nyoman, Vaksin Merah Putih belum bisa menangkal varian Mu. Alasannya, varian itu belum terdeteksi di Indonesia. Bila sudah terdeteksi, tidak menutup kemungkinan Vaksin Merah Putih akan dikembangkan untuk menghalau varian baru itu.

Nyoman menambahkan, untuk uji tantang hewan makaka sudah menggunakan varian delta. ”Seperti yang saya bilang tadi, hasilnya masih bagus. Nanti hasil analisis akan kami laporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” katannyi.

Unair merupakan salah satu kampus yang konsentrasi kepada penanganan covid-19. Tahun lalu, kampus itu membuat obat kombinasi Covid-19. Hasilnya sudah ada. Sayangnya, kombinasi itu tidak bisa digunakan khalayak umum. BPOM belum menyatakan layak edar. Saat itu, penelitian obat kombinasi didukung oleh TNI Angkatan Darat.

Lalu apakah VMP bisa dipakai sebagai booster? Nyoman masih belum bisa memastikan. Sebab masih banyak fase yang harus dilakukan. Toh uji klinis tahap satu juga belum dimulai. Sehingga terlalu dini untuk menyimpulkan sebuah penelitian.

Vaksin Merah Putih bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. Dirut PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman memperkirakan Vaksin Merah Putih bisa digunakan pada semester II tahun 2022. Yakni sekitar bulan Juli tahun depan.

Vaksin Merah Putih sudah mendapatkan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Sertifikat itu diberikan untuk PT Biotis Pharmaceutical Indonesia. Vaksin tersebut memakai whole genome inactivated Covid vaccine. Yakni menggunakan virus yang sudah dilemahkan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terlibat dalam fase nonklinik atau preklinik, sedangkan Kementerian Kesehatan dalam hal ini Balitbangkes juga turut membantu uji klinis.

Sedangkan untuk harga Vaksin Merah Putih, kemungkinan akan dibanderol dengan harga USD 5 dollar. Atau sekitar Rp 71 ribu untuk tiap dosisnya. Sudirman berharap Vaksin Merah Putih  mampu meringankan beban pemerintah. Apalagi selama ini pemerintah harus mengimpor vaksin dari luar negeri. ”Biaya impor bisa menembus Rp 83 triliun,” katanya.

Tapi harga USD tersebut masih belum pasti. Sebab masih ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Seperti kondisi ekonomi serta jumlah permintaan terhadap vaksin tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: