Wushu artikel

Tiga Bersaudara Borong Medali di Final Stage Sirnas Wushu, Bermula dari Melawan Asma Turunan

Tiga Bersaudara Borong Medali di Final Stage Sirnas Wushu, Bermula dari Melawan  Asma Turunan

Si bungsu Richard tampil epik di kategori Daoshu Junior C. Ia mendapat medali emas.-Cynthia Dhara Fitriani/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kakak beradik Patricia Geraldine,  Lawrence Dean Kurnia, dan Richard Dean Kurnia tampil trengginas di Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022. Mereka memborong medali untuk DKI Jakarta.

Kurnia Djuhari jadi ayah yang berbahagia. Bagaimana tidak, tiga anaknya memborong medali di Final Stage Sirnas Wushu yang digelar di Graha Unesa Surabaya, Rabu, 21 September 2022.

Mereka adalah Patricia Geraldine usia 18 tahun, Lawrence Dean Kurnia 16 tahun, serta sang adik Richard Dean Kurnia yang masih 11 tahun.

Siapa sangka, di balik prestasi mereka di cabor wushu ada alasan kesehatan yang menjadi latar belakang.  “Awalnya karena mereka (anak-anak) terkena asma turunan dari saya. Akhirnya saya masukan saja ke sasana wushu soalnya dekat rumah,” ungkap Kurnia Djuhari, papa dari ketiga atlet Wushu tersebut.

Kesehatan memang tujuan utama berlatih wushu. Sedangkan medali adalah bonus bagi anak-anaknya.

Lewat wushu mereka dapat melatih ritme pernapasan. Setelah bertahun-tahun melewati rutinitas latihan Wushu di sasana Dean Sport Wushu mereka akhirnya bisa tumbuh sehat.


Patricia mendapat medali emas di kategori Jian Shu Chien.-Cynthia Dhara Fitriani/Harian Disway-

Saat berlaga, Sang Kakak Patricia tampil dengan begitu ciamik. Di kategori Jian Shu Chien dia tampil dengan indah, gerakan tubuhnyi yang lentur namun kuat berlenggok di atas gelanggang tanding.

Tangannyi menyatu dengan ritme ayunan pedang. Tubuhnyi sempurna memutar dan menendang bebarengan. Di Kategori ini dia berhasil meraih medali emas. sementara di kategori lain yakni Quan Shu Chien, Patricia harus puas dengan perunggu.

Tak kalah hebat, Sang adik Lawrence berhasil memboyong tiga medali sekaligus. dua medali perak di kategori Nan Quan serta Nan Dao dan satu medali emas di kategori Nan Gun. 


Lawrence (tengah) berhasil memboyong tiga medali sekaligus. dua medali perak di kategori Nan Quan serta Nan Dao dan satu medali emas di kategori Nan Gun. -Cynthia Dhara Fitriani/Harian Disway-

Penampilannya saat bertanding pun tak kalah mendebarkan. Di kategori Nan Gun, remaja yang menekuni Wushu sejak umur empat tahun itu sangat lihai memainkan senjatanya. 

Tak nampak sedikitpun keraguan, tendangan serta pukulan ia layangkan dengan penuh kepastian. tak heran jika Lawrence berhak berdiri di podium tertinggi.

Sementara itu si bungsu Richard tampil epik di kategori Daoshu Junior C. Gerakannya terkombinasi dengan apik. Begitu lihai Richard memainkan golok di tangannya.

Raut wajahnya sangat garang saat berlaga. Gerakan tangannya saat menusuk pun tak kalah tangkas dan sangat gesit.  Atas kehebatannya itu Richard berhasil meraih medali emas.

Disiplin yang tinggi selalu Kurnia tanamkan kepada anak-anaknya, “jadi, semuanya itu proses kalau tidak berlatih beberapa hari yah resiko memulai dari nol lagi,” ucapnya.

Kurnia juga menjadikan lantai 3 rumahnya untuk latihan ketiga anaknya. 

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa ketiga anaknya itu bisa mengukir prestasi mentereng.  “sedikitpun gak pernah kepikiran, karena awalnya biar menjaga kesehatan tapi ternyata anak-anak juga sangat hebat,” ucap sang ayah dengan begitu bangga. (Mifta Sho)

Sumber: