Wushu artikel

Tenant di Kejurnas Wushu Piala Presiden Laris Manis

Tenant di Kejurnas Wushu Piala Presiden Laris Manis

Pedagang minuman di stan bazar Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 di Graha Unesa Surabaya diserbu pembeli.-Alfiyanto Indra Jayadi/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 ditutup Kamis, 22 September 2022 sore. Jawa Timur sebagai tuan rumah bersama Harian Disway menyelenggarakan perhelatan di Graha Unesa itu dengan megah. Semua ditutup dengan kegembiraan. Termasuk para pemilik tenant di bazar lantai 3.

Kemeriahan tak serta merta hanya ada di karpet tanding, di antara kemeriahan itu tercermin pula pada bazar yang berada di lantai 3. 

Tenant penjual berbagai makanan dan minuman dipenuhi atlet, pelatih hingga penonton. Tenant penjual pernak-pernik wushu juga ikut meraup keuntungan.

“Penyelenggara di sini keren, penjualan di sini laris manis tiap hari,” kata Fani dari Indo Daye. Dia menjual senjata wushu seperti golok, tongkat, dan pedang. Selain itu, ada juga kostum serta sepatu khas wushu yang dijual.

Fani sudah 10 tahun membuka usaha itu, hingga berkeliling ke berbagai ajang kejuaraan. Terakhir membuka bazar di tahun 2018, saat itu dia berjualan di kejuaraan yang diselenggarakan di Bangka Belitung.


Tenant peralatan wushu Indo Daye.-Alfiyanto Indra Jayadi/Harian Disway-

Selain pernak-pernik wushu, penjual lain juga begitu mensyukuri adanya perhelatan ini. Para pembeli yang didominasi atlet-atlet itu sampe mengantri. 

Muhammad Hamzah yang menjual minuman seperti es kopyor, green tea, dan coklat itu sampai kewalahan melayani pembeli.

“Kita telat buka hari selasa karena event ini tabrakan dengan event lain. Tapi sejak kemarin kita jualan selalu habis,” ungkap Hamzah.

Kapal Api sebagai sponsor juga memberikan kopi gratis. Mereka memberi secara cuma-cuma untuk produk panas. Berbagai produk unggulan juga di bundling di acara tersebut. 

Pihak Kapal Api  juga mengapresiasi kejuaraan tersebut. “Keren dan peminatnya lumayan banyak,” perwakilan Kapal Api. 

Apresiasi juga datang dari para penonton yang hadir di sana. Ade Budi yang mengaku sebagai lulusan Universitas Negeri Surabaya itu mengatakan, dari acara kejurnas yang megah tersebut sudah waktunya wushu jadi olahraga populer.

“Ini bukti kalau wushu juga harus dipromosikan lebih masif lagi. Penyelenggaraan Kejurnas ini seperti acara Internasional rasanya. Tak kalah dengan olahraga populer lain,” katanya. (Yusuf Dwi)

Sumber: