iPhone Berinvestasi di Kendaraan Listrik

iPhone Berinvestasi di Kendaraan Listrik

Prototipe truk bertenaga listrik produksi iPhone.-istimewa-

AMERIKA, HARIAN DISWAY- PERUSAHAAN Foxconn berinvestasi di perusahaan truck pick up asal Amerika Serikat. Sebagai produsen utama iPhone, tentunya yang ia taruh tak main-main jumlahnya. Raksasa di bidang teknologi itu berinvestasi USD 170 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Investasinya yang besar pada perusahaan truck pick up itu digadang-gadang dapat menyaingi Cybertruck milik Tesla.

Perusahaan truk yang dapat kucuran dana dari Foxconn tersebut adalah Lordstown Motors. Mereka memproduksi truk-truk listrik dan punya ambisi kuat untuk mengalahkan saingan mereka, Tesla. Foxconn tertarik dengan model baru yang akan diluncurkan oleh Lordstown dengan tajuk Endurance.

Produsen elektronik terbesar itu mampu menguasai Lordstown. Foxconn membeli lebih dari 18 persen saham yang ada di Lordstown. Itu menjadikannya sebagai investor terbesar di perusahaan tersebut.

”Kali pertama kami melakukan diskusi mengenai kemitraan ini sudah setahun yang lalu. Tujuan kami sama, yaitu meningkatkan dan memanfaatkan kemampuan kedua perusahaan,” ucap Ketua Eksekutif Lordstown Daniel Ninivaggi.

Kesepakatan Foxconn dan Lordstown pada awal bermitra adalah pengembangan kendaraan listrik. Foxconn yang membiayai, Lordstown yang memproduksi.

Produksi Endurance dikejar untuk menyaingi Cybertruck milik Tesla. Model terbaru milik Tesla itu digadang-gadang akan memulai produksi massalnya di awal 2023. Elon Musk sendiri selaku pemilik Tesla sudah sempat mengungkapan model barunya itu pada 2019.

Dana yang masuk dari Foxconn rupanya jadi satu-satunya uang dengan jumlah besar yang masuk kas mereka belakangan ini. Seusai dapat kucuran dana dari Foxconn, saham Lordstown sempat naik 18 persen. Jadi penyelamat bagi Lordstown, pasalnya perusahaan yang berbasis di Taiwan itu terus merugi. 

Lordstown merugi sekitar USD 154 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun dalam kurun waktu tiga bulan hingga akhir September tahun ini. Kerugiannya lebih besar daripada tahun lalu yang sekitar USD 95 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun dalam kurun waktu yang sama.

Sebelumnya, Foxconn dapat tawaran dari Arab Saudi untuk patungan memproduksi kendaraan listrik di kerajaan. Foxconn setuju, pemerintah Saudi punya request tersendiri untuk produk mereka nanti. Nama merek mobilnya haruslah Ceer, yang dalam bahasa Arab berarti menyetir.

Niatnya, Ceer menggunakan teknologi dari BMW Jerman dan berencana untuk dijual massal di Saudi mulai 2025.

Di balik kesepakatannya dengan Foxconn, Saudi punya keinginan untuk mulai menggunakan kendaraan listik. Melihat makin sedikitnya pasokan bahan bakar fosil, Saudi tak mau lagi ketergantungan.

Ambisi Foxconn untuk menguasai pasar kendaraan listrik tak bisa dibendung. Itu melihat potensi yang dihasilkan dari kendaraan listik. 

Ketua Foxconn Li Young-way mengatakan, ”Saya sangat berharap suatu hari nanti Foxconn bisa bekerja sama dengan Tesla untuk memproduksi kendaraan listrik.”

Selain perangkat lunak yang sudah diproduksi, mereka juga ingin memproduksi kendaraan listrik untuk merek industri motor besar. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: