BSI, BP Tapera, dan Perumnas Wujudkan Rumah Bersubsidi untuk Guru dan Nakes Muhammadiyah

BSI, BP Tapera, dan Perumnas Wujudkan Rumah Bersubsidi untuk Guru dan Nakes Muhammadiyah

Ketum Muhammadiyah Muhadjir Effendy dan Dirut BSI Hery Gunardi beserta jajaran berfoto bersama.-PT BSI-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PP Muhammadiyah, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) menjalin kerja sama. Mereka menyalurkan rumah bersubsidi melalui program KPR Sejahtera FLPP kepada pegawai di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.

Dalam program tersebut, BSI mendukung program PP Muhammadiyah, yakni pengadaan rumah bagi guru-guru sekolah serta tenaga kesehatan di Amal Usaha Muhammadiyah di Indonesia. 

Kerja sama itu merupakan lanjutan dari kolaborasi yang pernah terjalin sebelumnya antara BSI dan Muhammadiyah. Program itu merupakan bentuk partisipasi BSI dalam membantu masyarakat untuk memiliki rumah sesuai prinsip syariah. 

"BSI berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat dan mempermudah anggota PP Muhammadiyah untuk mendapatkan hunian yang layak dengan prinsip syariah. Kami tentu berbahagia dapat mendukung program pengadaan rumah bagi guru-guru sekolah Muhammadiyah di Indonesia, sehingga BSI senantiasa membawa berkah dan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua," kata Dirut PT BSI Hery Gunardi.

Pengguna program itu bakal mendapatkan keringanan bebas premi asuransi dan PPN, cicilan tetap hingga 15 tahun, dan subsidi bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta. Selain itu, BSI juga memberikan program KILAU SURYA yang akan dilaksanakan selama 1 April hingga 30 Juni 2023, berupa subsidi biaya proses pembiayaan senilai Rp1 juta.

Per 31 Maret 2023, BSI telah menyalurkan 56.346 unit rumah subsidi dengan total nilai penyaluran sebesar Rp 7,13 triliun. Sementara itu, kuota pembiayaan FLPP tahun 2023 yang diberikan oleh BP Tapera kepada BSI sebanyak 8.200 unit atau senilai Rp 910 miliar. 

Secara nasional, penyaluran pembiayaan KPR Bersubsidi BSI selama tahun 2022 mencapai Rp 1,1 triliun dengan total penjualan lebih dari 7.630 unit rumah yang tersebar di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar.

Pada tahun 2023, BP Tapera mengalokasikan dana Rp 25,18 triliun atau 220 ribu rumah yang dialokasikan kepada seluruh bank penyalur dana FLPP. Oleh karena itu, BP Tapera membutuhkan peran penting dari seluruh pihak terkait, terutama bank-bank penyalur, untuk tahun 2023, yang terdiri dari 7 Bank Nasional dan 33 Bank Pembangunan Daerah.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengatakan pemberian subsidi kepada para guru merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah Muhammadiyah. Terlebih lagi, Muhadjir menyebut banyak guru di sekolah Muhammadiyah yang memiliki penghasilan rendah.

"Jika ingin para guru bekerja dengan tuntas dan maksimal, tentu kebutuhan dasarnya harus terpenuhi. Karena segala hal bisa dicapai jika guru-guru sejahtera," kata Muhadjir.

Muhadjir berharap program BSI KPR Sejahtera FLPP dan Muhammadiyah ini bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia. Sebab, menurutnya, Muhammadiyah memiliki data tentang guru-guru di sekolah Muhammadiyah yang masih memiliki penghasilan rendah.

"Karena Muhammadiyah mengambil peran di celah-celah yang negara tidak hadir, khususnya di bidang pendidikan karena kami memiliki ranting dan cabang. Oleh karena itu, harus dibangun ekosistem yang terintegrasi," tutupnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: