Tradisi Gulat Okol, Duel Sumo Versi Gresik

Tradisi Gulat Okol, Duel Sumo Versi Gresik

Pegulat menunjukan kekuatannya di ring Gulat yang beralasan jerami di Lapangan Persahabatan Kampus Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).-Julian Romadhon-Harian Disway

GRESIK, HARIAN DISWAY - Dalam hingar bingar Duel tradisi Gulat Okol dari Gresik, Jawa Timur, jiwa para petarung bergelora. Dalam arena itu, mereka saling mempertaruhkan kekuatan dan keuletan dengan gerakan-gerakan yang mempesona. Serupa dengan pertarungan Sumo di Jepang, mereka saling dorong, saling guling, dengan tekad kuat meraih gelar juara. Namun, yang membedakan, para pegulat Okol ini memiliki tubuh yang ramping.

Meskipun terkesan kejam, Gulat Okol memiliki makna yang mendalam. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat pada acara-acara khusus seperti Sedekah Bumi atau panen raya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, kali ini pertunjukan tersebut diadakan di tengah lapangan persahabatan di kompleks Kampus Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Jawa Timur, pada hari Selasa (20/6/2023) untuk memperingati hari jadi UWKS yang ke-42.


Pegulat menunjukan kekuatannya di ring Gulat yang beralasan jerami di Lapangan Persahabatan Kampus Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).-Julian Romadhon-Harian Disway

Dimulai dengan tarian-tarian yang memukau dan sambutan-sambutan seremonial dari pihak Rektorat Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, suasana semakin memanas. Setelah rangkaian pembukaan, musik Gamelan Jawa Timuran dan sorak-sorai penonton mengiringi awal pertunjukan tradisional dari Gresik ini.

Dengan pakaian putih dan ikat kepala melingkar di kepala, para petarung memasuki arena dengan tali melilit di tubuh mereka. Mereka naik ke atas ring pertarungan yang dilingkari tali tampar berwarna coklat.


Pemusik memainkan alat musik tradisional mengiringi berjalannya tarung Gulat Okol.-Julian Romadhon-Harian Disway

Pertarungan dimulai dengan penuh semangat. Dua petarung saling menguji kekuatan mereka, sementara dua wasit di atas ring mengawasi dengan cermat. Lantunan musik tradisional yang memikat terus mengalun seiring berjalannya Gulat Okol yang mengguncangkan ring yang terlapisi jerami.

Para pemusik mengalunkan tembang Jawa Timuran yang mengiringi aksi Gulat Okol yang sedang memperlihatkan kekuatan mereka di atas ring yang dipenuhi jerami.


Pegulat menunjukan kekuatannya di ring Gulat yang beralasan jerami di Lapangan Persahabatan Kampus Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).-Julian Romadhon-Harian Disway

Mereka saling banting dengan cara menarik kain yang dililitkan di tubuh masing-masing petarung. Siapa yang berada di bawah, dialah yang kalah, dan siapa yang di atas, dialah yang meraih kemenangan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: