Kabar Dari Tanah Suci (29): Jemaah Haji Berburu Jasa Kargo yang Cepat dan Murah

Kabar Dari Tanah Suci (29): Jemaah Haji Berburu Jasa Kargo yang Cepat dan Murah

Jemaah haji asal Indonesia Budi Setyo Prabowo (kiri) dan Suyadi di dekat mobil kargo Cahaya Express-Pamuji Setyawan-Dewangga-

Sebagian jemaah haji selain rajin beribadah juga rajin berbelanja. Saat bersiap pulang tak semua barang muat di koper. Tidak ada toleransi untuk jemaah yang over baggage. Bagaimana solusinya? Berikut laporan Pamuji Setyawan dari Biro Haji dan Umrah Dewangga cabang Ngawi langsung dari Makkah. 

---

KEBIASAAN sebagian jemaah haji dan umrah Indonesia adalah royal berbelanja. Sampai-sampai banyak toko di Makkah, Madinah, maupun Jeddah menuliskan kata-kata berbau Indonesia. Ada Toko Indonesia, Ali Murah, dan nama toko ala di Indonesia lainnya. Selain itu pegawainya juga fasih berbahasa Indonesia, terutama percakapan sederhana seperti jumlah dan harga barang. 

Jemaah sangat dimanjakan sehingga tak terasa belanjaan "menggunung" di kamar hotel. Agak berlebihan bahasanya, he he … Tas koper bagasi dan kabin pun tak cukup menampung belanjaan. 

Kalau untuk jemaah umrah lebih fleksibel solusinya. Tinggal dikemas tersendiri atau membeli koper tambahan. Ketika penimbangan bagasi tinggal membayar kelebihan bagasi. 

Namun untuk jemaah haji cukup ketat. Tas yang diperkenankan untuk dibawa pulang hanya 3 buah tas yakni tas paspor yang seperti tas pinggang besarnya, tas bagasi dengan maksimal berat 32 kg, dan tas kabin dengan maksimal berat 7 kg. Tidak diperkenankan tas koper "beranak" apalagi sampai punya "cucu". Maksudnya tas kopernya bertambah menjadi 4 atau 5 buah.

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (28): Obati Kangen dengan Lontong Sayur Malaysia

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (23): Rahasia Keharuman Parfum Thaif

Bagaimana solusinya supaya barang yang telanjur dibeli bisa terbawa pulang semua ke tanah air. Bisa dengan cara dititipkan ke saudara atau jemaah lain yang kopernya masih longgar. Agak sedikit ribet dan juga terbatas barang yang bisa dititipkan. 

Alternatif lain adalah beberapa barang ditinggal di hotel atau didonasikan. Beberapa hari lalu ada yang mendonasikan kain ihram dan difasilitasi oleh petugas haji di bagian lobi hotel. Tak lama setelah diumumkan, puluhan kain ihram sudah berpindah pemilik. Bersedekah sekaligus mengurangi isi koper.


Jemaah haji menyumbangkan pakaian ihram mereka untuk mengurangi bawaan saat pulang ke tanah air. -Pamuji Setyawan-Dewangga-

Solusi lainnya adalah barang dikirim menggunakan jasa kiriman kargo ke Indonesia. Saya sempat berbicara dengan salah satu jasa kiriman kargo yang ada di depan hotel. Cahaya Express namanya. Tidak sengaja sebenarnya. Sewaktu mengantar Pak Suyadi dan Mas Budi, teman sekamar, mengambil uang di ATM dekat hotel, ada mobil ekspedisi kargo yang sibuk melayani jemaah di samping hotel.

”Kirim ke seluruh Indonesia bisa, Pak Haji,” jawab Pak Mashudi sambil melayani jemaah membayar biaya pengiriman. ”Kalau kirim ke Ngawi, Jawa Timur, berapa tarifnya?” tanya saya penasaran dengan tarifnya. 

Tarif dipatok sekitar 7 riyal per kg kiriman atau sekitar 28 ribu per kg. Kiriman dibatasi minimal 20 kg. Kemudian barang sampai di Indonesia kira-kira 2 bulan lamanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: