Setelah Ram, Harga PSU dan CPU Cooler Terancam Naik di Awal 2026
Power Supply Unit (PSU) diperkirakan akan mengalami kenaikan setelah ram dan chip memori. --Gearopen
Artinya, kenaikan biaya langsung diteruskan ke seluruh rantai pasok tanpa jeda waktu yang panjang.
BACA JUGA:Laptop LG Gram Pro 2026: Aerominum, Dual-AI, dan RTX 5050 Hadir di CES
BACA JUGA:5 Rekomendasi Laptop Touchscreen Murah 2025 dengan Fitur Lengkap
Sebagai konsekuensinya, harga power supply diproyeksikan mengalami penyesuaian di kisaran 6 hingga 10 persen. Sementara itu, harga heatsink diperkirakan naik sekitar 6 sampai 8 persen.
Kenaikan pada heatsink ini akan berdampak langsung pada harga CPU cooler. Baik untuk segmen entry-level maupun kelas menengah ke atas.
Tak berhenti di situ, tekanan harga diperkirakan semakin terasa mulai awal 2026.
Dalam pemberitahuan yang sama, disebutkan bahwa seluruh kebijakan harga promosi akan dihentikan mulai 1 Februari 2026.
Dengan kata lain, diskon dan harga khusus yang selama ini dinikmati distributor maupun konsumen tidak lagi berlaku.
Lebih jauh, perusahaan juga mengisyaratkan bahwa lebih dari 90 persen lini produknya akan dikenakan tambahan kenaikan harga per unit, di luar kembalinya harga ke level normal.
Kombinasi antara penghapusan promo dan penyesuaian harga ini diperkirakan akan membuat harga akhir di pasar melonjak cukup signifikan.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Laptop Praktis dan Ringan untuk Pekerja Mobile
BACA JUGA:Rekomendasi Laptop Terbaik 2025 untuk Berbagai Kebutuhan, Ini Pilihan Utamanya!
Bagi konsumen PC dan perakit komputer, kondisi ini menjadi peringatan dini. Setelah memori dan penyimpanan lebih dulu mahal, lonjakan harga PSU dan CPU cooler berpotensi meningkatkan total biaya rakit PC secara keseluruhan.
Situasi ini juga memperkuat indikasi bahwa dampak boom AI tak hanya terasa di pusat data, tetapi merembet hingga ke pasar konsumen.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: