Fakta di Balik Tren Pijat Kulit Kepala Dua Jam yang Viral di Instagram
Pijat kulit kepala atau scalp massage. Ternyata ada beberapa manfaat sekaligus risikonya.--freepik.com
Dr Sawant menambahkan bahwa pertumbuhan rambut dipengaruhi banyak faktor. Seperti genetik, hormon, nutrisi, serta kondisi kulit kepala secara keseluruhan. Pijat hanya berperan sebagai pendukung. Bukan solusi utama.

Pijat kulit kepala berlebihan, terutama dengan minyak berat, justru berpotensi menimbulkan masalah.--freepik.com
Ia juga mengingatkan bahwa pijat kulit kepala berlebihan, terutama dengan minyak berat, justru berpotensi menimbulkan masalah.
Minyak yang digunakan terlalu lama dapat menyumbat folikel rambut, memperparah ketombe, memicu pertumbuhan jamur, serta menyebabkan iritasi pada kulit kepala sensitif.
BACA JUGA:5 Model Rambut yang Membuat Wajah Lebih Tirus
BACA JUGA:8 Tip Merawat Rambut Kering Akibat Styling Berlebihan
Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti dermatitis seboroik, psoriasis, atau infeksi kulit kepala aktif, disarankan lebih berhati-hati mengikuti tren tersebut. Dengan kata lain, harus disertai konsultasi medis.
Menurutnya, rutinitas pijat di rumah sebaiknya tidak disamakan dengan perawatan profesional. Terapi kulit kepala oleh dokter menggunakan bahan aktif dan metode medis. Tentu disesuaikan dengan masalah spesifik, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh ritual rumahan semata.
“Kuncinya adalah memahami kebutuhan kulit kepala masing-masing. Tidak semua tren cocok untuk semua orang,” katanya.
Ia menyimpulkan bahwa pijat kulit kepala tetap boleh dilakukan. Sebagai bentuk perawatan diri dan relaksasi jika dilakukan secara lembut dan sesekali. Namun, berharap perubahan drastis pada rambut hanya dari tren viral dinilai tidak realistis. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: