Rating Pemain Real Madrid yang Kalah Memalukan oleh Albacete, Asencio Paling Jelek!

Rating Pemain Real Madrid yang Kalah Memalukan oleh Albacete, Asencio Paling Jelek!

Aksi Raul Asencio (kiri) dalam laga Albacete vs Real Marid, pertandingan 16 besar Copa Del Rey, Kamis 15 Januari 2026--Getty Images

HARIAN DISWAY - Real Madrid terlempar dari Copa del Rey 2025/2026. Itu setelah mereka dipermalukan tim asal Segunda Division (kasta kedua Liga Spanyol) Albacete, di babak 16 besar.

Dalam laga di kandang Albacete, Kamis dini hari WIB, 15 Januari 2026, pasukan Arvalo Arbeloa takluk 2-3. Hasil tersebut menandai awal yang sangat mengecewakan bagi era kepelatihan Arbeloa.

Meski menguasai bola hampir sepanjang pertandingan, Los Blancos (sebutan Real Madrid) tampil buruk secara defensif. Mereka juga gagal menciptakan banyak peluang bersih, sementara Albacete bermain klinis dan pantas meraih kemenangan.

Madrid menurunkan kombinasi pemain akademi dan tim utama, namun kesulitan membangun permainan sejak menit awal. Bahkan mereka tertinggal lebih dulu pada menit ke-42 melalui gol Javi Villar.

BACA JUGA:Albacete vs Madrid 3-2, Arbeloa Gagal Selamatkan Los Blancos dari Kutukan Copa del Rey

BACA JUGA:Prediksi Skor Albacete vs Real Madrid: Kondisi Terkini, Head to Head, dan Line Up

Franco Mastantuono menyamakan kedudukan saat injury time. Namun di babak kedua, Albacete mencetak dua gol lagi via Jefte Betancor. Sedangkan Los Blancos hanya bisa menambah satu gol melalui Gonzalo Garcia.

Madrid Kalah Segala-galanya


Albacete vs Madrid 3-2, Arbeloa gagal selamatkan Los Blancos dari kutukan Copa del Rey. Foto: Reaksi para pemain Madrid setelah kebobolan gol ketiga Albacete di injury time, 15 Januari 2026. -BBC-

Madrid kalah konyol di Copa del Rey bukan barang baru. Dalam 10 tahun terakhir, hanya sekali kolektor 15 trofi Liga Champions itu menjuarai ajang Piala Raja. Namun, kekalahan di tangan Albacete juga menunjukkan kebobrokan Madrid di berbagai aspek.

Los Blancos memang menguasai bola, sampai 70% lebih. Tapi dominasi tersebut tidak diikuti dengan kreativitas yang nyata di final third.

Serangan sering terputus sebelum mengancam kotak penalti lawan. Dan build-up lambat membuat tekanan tak pernah benar-benar mengancam secara konsisten.

BACA JUGA:Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid, Jurgen Klopp Soroti Tekanan Besar di Bernabeu

BACA JUGA:11 Pertanyaan Buat Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Real Madrid, Ini Caranya Kelola Ego Pemain 

Dua gol Madrid berasal dari situasi bola mati. Satu dari penyelesaian dekat setelah bola rebound, satu lagi dari sundulan tendangan penjuru. Hal itu menunjukkan bahwa Madrid kesulitan menembus pertahanan rapat Albacete dalam situasi open play.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: goal.com