Racing Bulls Bangkit, Red Bull Melaju: Babak Baru F1 2026 Dimulai
Dari Kiri; Max Verstappen, Liam Lawson, Isack Hadjar dan Daniel Ricciardo, saat mereka bertemu di lintasan untuk mencoba mobil produksi Ford. --Twitter Formula 1 @F1
Ia akan berpasangan dengan Liam Lawson, pembalap yang sempat menghadapi musim sulit bersama Red Bull Racing pada awal 2025.
Lawson kemudian menemukan kembali performanya setelah kembali ke Racing Bulls dan menutup musim di peringkat ke-14 klasemen pembalap.
BACA JUGA:Regulasi F1 2026 Reshuffle Besar: Bisakah Red Bull–Ford Kuasai Era Mesin Hybrid Baru?
BACA JUGA:Mercedes & Red Bull Diuntungkan? Skandal Rasio Kompresi Guncang F1
Dengan tekanan yang semakin besar pada tahun 2026, musim ini berpotensi menjadi penentu bagi Lawson. Red Bull dikenal tidak ragu melakukan rotasi balap jika performa yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi.
Salah satu keunggulan utama hubungan tim “bersaudara” ini adalah kolaborasi teknis yang erat. Red Bull Racing sebagai tim utama dan Racing Bulls sebagai tim kedua dapat berbagi komponen serta solusi teknis yang lebih efisien secara biaya.
Racing Bulls juga memiliki posisi unik dengan dua pusat operasional, di Faenza dan Milton Keynes.
Fleksibilitas ini memungkinkan staf teknis bekerja melintasi lokasi serta memastikan pengembangan bakat tidak terjadi pada satu area saja.
Setelah finis di posisi keenam klasemen konstruktor 2025—hasil terbaik sejak era AlphaTauri—Racing Bulls optimistis dapat mengulangi, bahkan melampaui, pencapaian tersebut pada musim 2026.
Selain kehadiran pembalap baru, Red Bull juga menunjuk Yuki Tsunoda sebagai pembalap cadangan. Pembalap asal Jepang berusia 25 tahun itu akan berperan penting dalam pengembangan mobil untuk kedua tim Red Bull.
Kolaborasi Red Bull Powertrains dan Ford juga membuka peluang keterlibatan Daniel Ricciardo, mantan pembalap Red Bull yang kini menjabat sebagai Brand Ambassador Ford.
Kehadiran Ricciardo diperkirakan menjadi jembatan penting antara pembalap dan teknisi unit daya Ford, mengingat pengalamannya yang luas serta pemahamannya yang mendalam tentang Formula 1.
Jalan ke depan jelas penuh tantangan, mulai dari adaptasi terhadap unit daya baru hingga dinamika kehilangan pembalap bintang. Meski begitu, Red Bull tetap fokus menjaga posisi kompetitif dan membangun fondasi yang kuat di era regulasi baru.
Menjelang dimulainya musim 2026, perhatian dunia F1 kini tertuju pada Racing Bulls. Mampukah mereka menjawab tantangan besar ini, atau justru goyah di tengah persaingan yang semakin ketat?
Satu hal yang pasti, taruhannya belum pernah mencapai ini, dan dunia Formula 1 tengah menyaksikannya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: