Indonesia Waspada Nipah, BBKK Surabaya Perketat Kedatangan Bandara Juanda
WHO mengonfirmasi kasus Virus Nipah di India, sekaligus memicu seruan Prof. Tjandra untuk memperkuat institusi virologi di Indonesia.--X
Kasus Nipah yang dilaporkan di India saat ini masih dalam pengawasan ketat oleh otoritas kesehatan setempat, dan semua kontak yang diperiksa dilaporkan belum menunjukkan gejala lanjutan.
Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala dan metode pencegahan, masyarakat diharapkan dapat bersikap lebih waspada dan berkontribusi dalam melindungi diri serta lingkungan dari risiko penularan virus Nipah.
Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Kesehatan, menegaskan pentingnya penguatan sistem karantina kesehatan di pintu masuk negara untuk mencegah virus Nipah masuk ke Indonesia. Ia menyebutkan, kontrol ketat di bandara dan pelabuhan adalah langkah utama.
"Virus Nipah memiliki tingkat infeksi dan kematian yang tinggi, meskipun jumlah kasusnya jauh lebih sedikit dibandingkan COVID-19. Upaya pencegahan harus terus ditingkatkan," ungkapnya.
Beberapa negara tetangga, termasuk Thailand, melakukan langkah serupa untuk memperketat pengawasan dan pemeriksaan di bandara.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menyebabkan demam, infeksi paru-paru berat, dan tingkat kematian yang tinggi. Munculnya kasus terbaru di India, perhatian dari otoritas kesehatan baik dalam maupun luar negeri menjadi semakin penting untuk mengantisipasi penyebaran virus Nipah. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: