Denada Digugat Anak, si Anak Dicari Anaknya Pula: Rahasia Terkuak Semua
ILUSTRASI Denada Digugat Anak, si Anak Dicari Anaknya Pula: Rahasia Terkuak Semua.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Namun, kasus itu melenceng ke arah tak terduga akibat keterlibatan warganet. Di era medsos sekarang individu sulit menyembunyikan kebohongan. Era transparan. Warganet, yang bisa jadi tetangga Anda, bakal mengungkap kebohongan Anda di medsos.
Sebaliknya, banyak juga kebohongan beredar di medsos. Bisa dibolak-balik.
Dikutip dari The New York Times, 7 Juni 2017, berjudul The Secret Social Media Lives of Teenagers, karya Ana Homayoun, mengungkapkan hal itu. Tentang perilaku warganet yang bisa sangat beragam.
Bagi warganet, membagikan video, gambar, meme, dan komentar di medsos menciptakan peluang untuk lingkaran umpan balik. Umpan balik itulah yang dibutuhkan warganet.
Di lingkungan di mana remaja menghabiskan sekitar sembilan jam menggunakan berbagai bentuk media online setiap hari, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk terpengaruh oleh nilai-nilai yang berfokus pada ”like” yang berpotensi mengarah pada keputusan yang mengubah hidup.
Ana Homayoun: ”Saya telah menghabiskan hampir dua dekade bekerja dengan remaja tentang pengorganisasian dan manajemen waktu di jantung Silicon Valley (USA), dan banyak remaja perempuan memberi tahu saya bahwa mereka memiliki akun Instagram asli (”rinsta”) untuk audiens yang lebih luas. Juga, menyimpan akun ”finsta” (hanya untuk teman atau Instagram palsu) untuk teman-teman terdekat mereka.”
Banyak remaja menggunakan versi singkat dari nama mereka atau alias untuk akun finsta, yang sering mereka anggap sebagai kesempatan untuk berbagi versi kehidupan mereka yang kurang diedit dan kurang difilter.
Mereka mungkin menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mengambil foto Instagram yang sempurna untuk ”rinsta”, yang menjangkau audiens umum yang lebih luas. Sebaliknya, finsta mungkin mengungkapkan, seperti yang dinyatakan oleh seorang siswi kelas II SMA, ”pikiran terdalam saya”.
Seperti para remaja di grup obrolan Facebook Harvard, mereka yang menggunakan akun finsta (akun samaran) dapat memiliki rasa percaya diri yang keliru untuk mengatakan dan melakukan hal-hal yang mungkin tidak ingin dilihat oleh khalayak yang lebih luas.
Dan, karena sebagian besar penggunaan media sosial remaja saat ini berakar pada rasa takut ketahuan, banyak remaja telah mengalihkan aktivitas online mereka ke cara komunikasi terselubung yang berbeda.
Misalnya, grup Facebook tertutup dan rahasia adalah salah satu cara remaja (dan orang dewasa) memprivatisasi komunikasi ke kelompok tertentu. Grup tertutup terasa lebih pribadi karena memungkinkan administrator untuk menyetujui pengguna baru dan memantau konten.
Grup Facebook rahasia tetap tidak dapat dicari dan anggota hanya dapat ditambahkan atau diundang oleh anggota lain.
Problem keluarga besar Emilia Contessa menyebar dipicu gugatan Ressa. Kemudian, ditumpangi warganet di medsos. Maka, rahasia keluarga terungkap semua. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: