Spalletti Kritik Chivu Usai Kontroversi Juventus vs Inter Milan, Tetap Bela Bastoni
Pelatih Juventus Luciano Spalletti alami kegagalan dalam 5 pertandingan terakhir. Ia dianggap tidak lebih baik daripada Thiago Motta, pelatih sebelumnya.-@juventus-Instagram
“Simulasi (diving) adalah pelanggaran terhadap sepak bola. Tugas saya adalah membawa tim ke level di mana hal seperti itu tidak menentukan hasil laga. Yang penting bukan apa yang terjadi pada Anda, tetapi bagaimana Anda meresponsnya. Itu ujian kedewasaan,” tegas sang pelatih.
Bela Bastoni dari Kritik
Di sisi lain, muncul kabar agar bek Inter, Alessandro Bastoni, dicoret dari skuad tim nasional Italia karena dianggap tidak sportif. Namun Spalletti, yang pernah menangani timnas Italia, justru membela sang pemain.
“Gattuso harus memanggil siapa pun yang ia inginkan. Sayangnya saya bukan lagi pelatih kepala. Kami punya pelatih yang kuat dan harus memberinya kebebasan penuh,” ujarnya, merujuk pada keputusan seleksi yang menjadi wewenang pelatih timnas.
Juventus Alihkan Fokus ke Galatasaray
Setelah polemik Derby d’Italia, Juventus kini harus segera mengalihkan fokus ke pentas Eropa. Bianconeri (julukan Juventus) akan bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama play-off babak gugur Liga Champions UEFA 2025/2026.
BACA JUGA:Inter Milan vs Juventus: Chiellini dan Comolli Terancam Sanksi Usai Protes Wasit
BACA JUGA:Emil Holm Cedera Otot, Juventus Krisis Bek Kanan Usai Tumbang dari Inter Milan

Para pemain Juventus menyapa para fans usai takluk 3-2 dari Inter Milan di Giuseppe Meazza. Minggu, 15 Februari 2026.--Instagram @Juventus
Laga tersebut akan digelar di Ali Sami Yen Sports Complex RAMS Park pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 00.45 WIB.
Juventus datang dengan modal kurang ideal setelah tersingkir dari Coppa Italia, bermain imbang melawan Lazio, dan kalah dramatis dari Inter. Situasi ini kontras dengan Galatasaray yang tengah berada dalam tren positif usai menyapu bersih kemenangan dalam empat laga terakhir.
Spalletti menegaskan bahwa laga di Istanbul akan menjadi ujian mental sekaligus kesempatan bagi timnya untuk menunjukkan kedewasaan setelah kontroversi panas di Serie A.
Bagi Juventus, pertandingan ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga pembuktian karakter di bawah tekanan atmosfer Eropa yang intens. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: football italia