Bagi-Bagi Angpau Lengkapi Kebaktian Imlek di Vihara Buddhayana Surabaya, Dihadiri Kapolda Jatim
SELEPAS kebaktian Imlek, umat bersembahyang di Vihara Buddhayana Surabaya pada Selasa, 17 Februari 2026.-Rossa Handini-Harian Disway
"Biasanya kami juga menyiapkan dalam semalam saja. Jika ada persembahan yang kompleks baru kami persiapkan jauh-jauh hari," ungkap perempuan 25 tahun bernama Ina Shin itu.
Dalam ibadah, YM Dharmamaitri Mahathera menjelaskan tentang makna kebaktian di kalangan umat Buddha. Menurutnya, agama Buddha terbuka bagi semua suku bangsa. Termasuk, etnis Tionghoa yang mendominasi umat di vihara tersebut.
Momen Imlek bermanfaat untuk menyambung tali silahturahmi dalam keluarga. Seringkali, kesibukan dan perbedaan pendapat membuat hubungan itu renggang.
Karena itu, Imlek menjadi momen yang pas untuk memulihkan semua relasi yang sempat renggang tersebut. Imlek bisa menyambung kembali tali persaudaraan.
BACA JUGA:Jelang Imlek, Dupa Jadi Buruan! Tradisi Sakral yang Tak Pernah Hilang
BACA JUGA:Pesan Menag di Imlek 2577 Kongzili: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan
"Saya melihat hal positif dalam tradisi Imlek. Yaitu, yang muda mengunjungi yang tua. Yang senior menunjukkan rasa baktinya kepada leluhur. Ini satu kesempatan yang berharga sekali," ungkapnya.
Lebih lanjut, YM Dharmamaitri Mahathera berbicara tentang shio kuda api. Kuda, menurutnya, adalah simbol semangat. Sedangkan, api adalah geloranya.
Maka, kuda api menjadi lambang semangat yang menggelora. "Ini tahun yang penuh dengan semangat untuk bekerja, mengadakan perubahan-perubahan," paparnya.
Ia juga mengajak seluruh umat untuk bersama-sama menjaga hubungan yang harmonis melalui Imlek tahun ini. "Marilah kita bersama-sama saling menghormati, saling toleransi," tandasnya. (*)
BACA JUGA:Imlek 2026: Tradisi, Makna Angpao, hingga Harapan Tahun Baru
BACA JUGA:Perilaku Digital Warnai Imlek Zaman Now: Kirim Angpao Online, Checkout Bingkisan via Promo
*) Peserta Magang Kemnaker RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: