Ketika Udara Tiongkok Makin Bersih: Target Tinggi Berujung Keajaiban Besar
SUASANA BERSIH di sekitar Sunga Liangma, Beijing. Kualitas udara di kota tersebut terus membaik.-ADEK BERRY-AFP-
Dalam lima tahun terakhir, laju penurunan polusi melambat. “Buah yang rendah sudah habis dipetik,” kata Chengcheng Qiu dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA). Itu adalah kiasan bahwa langkah-langkah mudah sudah dilakukan. Sisanya bakal lebih rumit dan mahal.
Riset Qiu menunjukkan polusi bergeser ke wilayah barat seiring relokasi industri berat ke daerah seperti Xinjiang. Beberapa kota bahkan mencatat kenaikan dua digit persentase PM2.5 dalam lima tahun terakhir.
“Mereka tidak bisa begitu saja menghentikan semua produksi industri. Mereka harus menemukan cara yang lebih bersih,” ujar Qiu.
Harapan tetap ada. Tiongkok kini menjadi kekuatan besar energi terbarukan. Pembangkit batu bara dilaporkan turun pada 2025. Investasi surya dan angin melonjak. Arah kebijakan mulai bergerak.
“Udara yang lebih bersih pada akhirnya bertumpu pada satu arah yang jelas,” kata Qiu. “Tinggalkan bahan bakar fosil dan biarkan energi bersih menggerakkan tahap pembangunan berikutnya,” tambahnya.
Di tepi Sungai Liangma, para lansia mungkin tidak memikirkan kurva PM2.5 atau standar WHO. Mereka hanya merasakan udara yang lebih ringan di dada. Itu kemajuan nyata. Tetapi angka-angka menunjukkan pekerjaan rumah masih panjang. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: