Kisah Nasruddin, Sufi dari Turki yang Dituduh Makan Siang Hari saat Ramadan

Kisah Nasruddin, Sufi dari Turki yang Dituduh Makan Siang Hari saat Ramadan

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar tapi juga menahan prasangka.--Pinterest

Beberapa riwayat lain menyebut, ia memang tidak berpuasa hari itu. Karena harus merawat ibunya yang sakit parah.

Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban besar. Bahkan dalam banyak ajaran tasawuf, ridha Allah disebut bergantung pada ridha orang tua.


Di balik tudingan melanggar puasa tersimpan kisah bakti seorang anak kepada ibunya.--Pinterest

Tokoh-tokoh sufi seperti Rabi'ah al-Adawiyah sering menekankan bahwa cinta kepada Tuhan harus tercermin dalam kasih sayang kepada sesama.

Sementara Jalaluddin Rumi mengajarkan bahwa ibadah sejati bukan hanya ritual. Tetapi juga tindakan penuh cinta.

Warga yang semula marah akhirnya tertunduk malu. Mereka terlalu cepat menilai. Terlalu mudah menghakimi apa yang tampak di permukaan.

Kisah itu menjadi pengingat kuat di bulan Ramadan. Bahwa menahan lapar memang penting. Tapi menahan prasangka jauh lebih sulit.

Kadang, di balik sesuatu yang terlihat seperti pelanggaran, tersimpan bentuk ibadah yang justru lebih tinggi nilainya.

Dalam cerita itu, menyuapi seorang ibu yang renta bisa jadi lebih mulia. Daripada sekadar menjaga citra diri di hadapan manusia. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber