Dean Huijsen Terjerat Skandal Rasisme, Real Madrid Minta Maaf ke Fans Tiongkok

Dean Huijsen Terjerat Skandal Rasisme, Real Madrid Minta Maaf ke Fans Tiongkok

Baru Reda Kasus Vinicius, Kini Real Madrid Tersandung Meme Rasis Dean Huijsen-@deanhuijsen-Instagram

HARIAN DISWAY — Ini situasi yang serba tidak enak bagi Real Madrid. Di satu sisi, mereka berdiri paling depan membela Vinicius Junior dari teriakan rasis di stadion. Di sisi lain, mereka justru harus meminta maaf kepada publik China atau Tiongkok karena ulah pemainnya sendiri: Dean Huijsen.

Pemain 20 tahun itu me-repost konten bernada rasis di media sosialnya akhir pekan lalu. Isinya gambar seorang pria Tionghoa dengan kalimat menghina: “Bahkan orang China memanggilnya China.”

Kalimat pendek. Dampaknya panjang.

Gelombang protes datang cepat dari komunitas Asia. Manajemen Los Blancos tak menunggu lama.

Senin, 23 Februari 2026, mereka mengunggah permintaan maaf melalui platform Weibo.

BACA JUGA:Rating Pemain Barcelona yang Hajar Levante 3-0, Joao Cancelo Tertinggi!

BACA JUGA:Barcelona vs Levante 3-0, Blaugrana Kudeta Real Madrid dari Puncak Klasemen

Dalam pernyataan yang kemudian dikutip Diario AS, Huijsen disebut menyampaikan penyesalan.

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman China saya. Saya membagikan ulang konten yang secara tidak sengaja mengandung pesan ofensif. Itu sama sekali tidak disengaja,” katanya.

Selesai? Ternyata tidak.

Permintaan maaf itu hanya muncul di Weibo. Tidak ada di Instagram global klub. Tidak ada di X. Tidak ada di kanal internasional lain.

Huijsen sendiri juga belum bicara langsung di akun pribadinya. Masalahnya bukan sekadar satu unggahan. Masalahnya momentum.

Madrid sedang lantang bersuara setelah Vinicius mendapat pelecehan rasial dalam laga melawan Benfica. UEFA sampai menjatuhkan sanksi kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni.

Madrid menuntut keadilan. Menuntut ketegasan. Kini publik bertanya: apakah ketegasan itu juga berlaku ke dalam?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: