Surabaya Sabet USD1 Juta dari Bloomberg, Gebrakan Kurangi Sampah Popok di Sungai

Surabaya Sabet USD1 Juta dari Bloomberg, Gebrakan Kurangi Sampah Popok di Sungai

Penyaluran bantuan produk popok reusable Bumbi dari bahan katun. - bumbi_id - Instagram

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Kota SURABAYA kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Salah satunya dari Bloomberg Philanthropies. Yang telah mengadakan tantangan kepada kota-kota dunia terkait inovasi pemerintahan dalam pengelolaan kota secara berkelanjutan. 

Surabaya menjadi satu dari 24 kota-kota di dunia yang ditetapkan sebagai pemenang dalam gelaran The Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge 2025–2026. Seperti KotaBarcelona (Spanyol), Beira (Mozambik), Belfast (Inggris), Benin City (Nigeria), Boise (Amerika Serikat), dan Budapest (Hungaria). 

Atas kemenangan ini, Surabaya berhak menerima dana hibah sebesar USD1 juta atau sekitar Rp15,7 miliar untuk pengembangan inovasi lingkungan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, kemenangan ini diraih berkat konsistensi Surabaya dalam mengampanyekan ekonomi sirkular. Salah satunya melalui penggunaan popok dan pembalut kain (pakai ulang) produksi lokal. Program ini dinilai mampu menjawab tantangan pelik terkait polusi plastik di Sungai Brantas.

“Sebagai Kota Pahlawan, kita harus memberi teladan. Kami memperluas penggunaan produk pakai ulang untuk memberdayakan ekonomi keluarga sekaligus mengurangi sampah popok sekali pakai yang berbahaya bagi lingkungan,” ujar Eri Cahyadi yang juga kader PDIP, Selasa, 24 Februari 2026 di Balai Kota. 

Eri menjabarkan, pemkot telah melakukan serakaian uji coba terkait proyek ini. Dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya yang diberikan kepada 300 keluarga. 

Dari uji coba tersebut, penggunaan popok sekali pakai menurun hingga 80 persen. ”Dan yang paling krusial, pembuangan sampah popok ke sungai berhasil dihentikan total oleh para peserta,” paparnya. 

Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menambahkan bahwa dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperluas program ke berbagai kampung. Yang terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila. “Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menciptakan green jobs atau pekerjaan hijau bagi warga yang memproduksi popok kain tersebut,” jelasnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: