25 Februari 2026, Tanggal 9 Bulan Pertama Imlek Peringati Ulang Tahun Kaisar Langit
Seorang perempuan di Tiongkok berdoa di depan altar saat perayaan ulang tahun Kaisar Langit yang jatuh pada tanggal 9 bulan pertama Imlek.-@aurignis-Instagram
Dalam upacara sembahyang, masyarakat juga menempatkan tempat pembakaran dupa di atas pintu utama rumah.
Asap dupa dipercaya menjadi perantara doa kepada Kaisar Langit. Dengan tujuan agar keluarga diberikan keselamatan, kesehatan, dan rezeki sepanjang tahun.
Di balik perayaan religius tersebut, terdapat legenda sejarah yang berkembang sejak awal Dinasti Qing. Ketika bangsa Manchu menguasai Tiongkok dan Dinasti Ming runtuh, Kaisar terakhir Ming Zhu Youjian gugur dalam kekalahan.
BACA JUGA:Rayakan Imlek 2026, Kampung Tambak Bayan Sajikan Penampilan Tari Lintas Budaya
BACA JUGA:Bagi-Bagi Angpau Lengkapi Kebaktian Imlek di Vihara Buddhayana Surabaya, Dihadiri Kapolda Jatim
Ia dikenal sebagai penguasa yang mencintai rakyatnya. Meskipun pemerintahannya diwarnai krisis internal dan korupsi pejabat.
Konon, tanggal kesembilan bulan pertama lunar merupakan hari kelahiran Zhu Youjian. Untuk mengenang sang kaisar dan menyimpan harapan pemulihan Dinasti Ming, masyarakat Beijing kala itu mendirikan altar dan membakar dupa.
Namun, karena kekuasaan Dinasti Qing, mereka menyamarkan peringatan tersebut. Lalu menyebutnya sebagai ulang tahun Kaisar Langit.
Sejak saat itu, istilah Jade Emperor’s Birthday digunakan secara luas untuk merujuk pada perayaan tersebut.
BACA JUGA:The Beauty of China Hadirkan Harmoni Tradisional dan Modern, Semarakkan Perayaan Imlek di Surabaya
BACA JUGA:Barongsai dan Kembang Api dengan Nuansa Chengdu di Pakuwon City Mall Semarakkan Imlek 2026
Baik di kota maupun desa, masyarakat mematuhi berbagai pantangan. Seperti tidak menyembelih hewan dan tidak membersihkan kotoran. Sebagai wujud penghormatan terhadap nilai kehidupan.

Masyarakat Tionghoa di Malaysia pada 2019 ketika merayakan ulang tahun Kaisar Langit.-@gtwhi-Instagram
Kini, perayaan hari kesembilan Imlek tetap dijalankan oleh komunitas Tionghoa di berbagai negara. Termasuk Indonesia.
Ritual sembahyang, penyalaan lentera, dan persembahan kue beras masih menjadi bagian penting tradisi, meskipun pemaknaan historisnya mungkin tidak lagi dipahami secara luas oleh generasi muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: baike.baidu.com