Debut Igor Tudor Berakhir Pahit, Tottenham Kian Dekat Zona Degradasi
Igor Tudor hadapi tantangan berat selamatkan Tottenham dari ancaman degradasi, prioritaskan hasil pragmatis di tengah krisis pemain dan jadwal padat.--Getty Images
Setiap pertandingan harus dipersiapkan dengan satu tujuan utama: meraih poin dengan cara apa pun. Ia mengakui bahwa sebagai pelatih, ia tetap peduli pada gaya dan kualitas permainan, tetapi dalam situasi darurat seperti ini, pendekatan pragmatis menjadi keharusan.

Igor Tudor marah dan semprot mentalitas pemain usai debutnya di Tottenham berakhir kalah 1-4 dari Arsenal, membuat Spurs kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen.--Getty Images
Menjelang laga melawan Fulham, Tudor juga membawa kabar positif dengan kembalinya Pedro Porro dan Kevin Danso ke sesi latihan. Kehadiran mereka diharapkan menambah opsi di tengah skuad yang terkuras cedera.
Di sisi lain, Tottenham juga akan kembali tampil di Liga Champions setelah lolos otomatis ke babak 16 besar.
Meski menyebut kompetisi tersebut sebagai ajang yang indah untuk dimainkan, Tudor tidak menampik bahwa jadwal padat menjadi masalah serius. Ia menyoroti keterbatasan jumlah pemain yang siap tampil, terutama ketika tim harus bermain setiap tiga hari.
BACA JUGA:Tottenham dan Brighton Incar Mastantuono, Real Madrid Dilema
BACA JUGA:Tottenham Incar Endrick dari Real Madrid, Siapkan 100 Juta Euro
Selain menguras tenaga fisik, tekanan mental juga menjadi tantangan tersendiri. Setiap laga liga kini terasa seperti final bagi Spurs dalam upaya menjauh dari zona degradasi.
Dalam kondisi yang jauh dari ideal ini, Tudor dituntut menjaga keseimbangan antara ambisi di Eropa dan misi utama menyelamatkan Tottenham di kompetisi domestik. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: fotmob