Kehadiran Orang Tua Jadi Pilar Penting Pengasuhan Anak menuju Indonesia Emas 2045
Seluruh narasumber dan moderator hadir di atas panggung Seminar Parenting bersama Nala & Parents di RS Kemenkes Surabaya. Diskusi menghadirkan dr. Nata Kharimantara Nakamura, Sp.BTKV dan Dra. Astrid Regina Sapiie, M.Psi., T., Psikolog, bersama kedua orang-Amelia Puspa Ningrum-Harian Disway
“Walau hanya satu jam, tapi energinya harus penuh. Jangan sampai anak hanya dapat sisa energi kita,” kata perempuan berjilbab itu.
Apa yang diterapkan orang tua Nala itu diapresiasi para narasumer. Astrid bahkan menambahkan bahwa kehadiran orang tua sudah dimulai sejak anak berada dalam kandungan.
Sentuhan dan ajakan berbicara adalah bentuk stimulasi awal. Setelah lahir, anak lantas dikenalkan pada berbagai hal, tetapi tetap dengan pendampingan.
BACA JUGA: Cara Menjalankan Gentle Parenting di Era Modern yang Penuh Tantangan
BACA JUGA: Mengenal Perbedaan VOC Parenting vs Positive Parenting
“Anak itu individu yang harus dihargai. Orang tua bukan pengatur segalanya, tapi teman belajar. Kolaborasi ayah dan ibu juga penting,” terang Astrid.
Sementara itu, Nata mengatakan bahwa olahraga juga penting. Lewat olahraga, orang tua bisa menanamkan nilai proses dan upaya sejak dini.
“Anak perlu merasakan proses berusaha, gagal, lalu mencoba lagi. Dari situ muncul mental yang kuat,” terangnya. Nilai itu juga penting sebagai dasar saat anak-anak mulai berkompetisi dengan teman-temannya.
Nata mengimbau para orang tua mendampingi utra-putrinya ikut lomba atau kegiatan yang kompetitif. Itu berguna untuk melatih skill bertahan hidup sehingga dalam pertumbuhannya menjadi individu dewasa, anak bisa mandiri.
BACA JUGA: Tantangan dan Strategi Parenting Era Digital
BACA JUGA: Koala Parenting, Menekankan Kedekatan Orang Tua dan Anak
Salah satu peserta seminar, Thea Devina Ferlita, mengaku dapat banyak pelajaran hari itu. Tidak hanya tentang pengasuhan, tapi juga tentang pendampingan terhadap anak-anak.
“Kehadiran orang tua itu yang paling penting. Kita ternyata juga harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman,” kata perempuan berusia 32 tahun itu.
Seminar berakhir pukul 17.35 WIB hari itu. Tidak hanya menambah pengetahuan, seminar itu juga memberi gambaran tentang gaya parenting masa kini.
Berbeda dengan pola lama, parenting modern lebih merangkul anak, menghargai mereka sebagai individu, serta menekankan kolaborasi antara ayah dan ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: