Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ini Riwayat Hidup dan Kepemimpinannya di Iran

Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ini Riwayat Hidup dan Kepemimpinannya di Iran

Riwayat hidup Ayatollah Ali Khamenei.-Khamenei.IR via AFP -

Khamenei juga dikenal dengan konsep "ekonomi perlawanan", sebuah strategi untuk membangun kemandirian ekonomi di tengah sanksi internasional yang berat, khususnya dari Amerika Serikat. 

Pendekatannya menekankan ketahanan nasional, penguatan pertahanan, dan sikap skeptis terhadap Barat.

Namun masa kepemimpinannya tidak lepas dari gelombang protes. Pada 2009, demonstrasi besar pecah akibat tudingan kecurangan pemilu. 

Tahun 2022, kematian Mahsa Amini memicu protes nasional yang menuntut kebebasan dan transparansi. 

BACA JUGA:Klaim Israel Boleh Caplok Wilayah Mulai Nil hingga Eufrat, Dubes AS Tuai Kecaman

BACA JUGA:Tudingan Pembantaian Massal oleh Israel di Gaza, Penjara Penuh Siksaan mental

Situasi kembali memanas pada akhir 2025 ketika demonstrasi yang awalnya menuntut perbaikan ekonomi berubah menjadi tuntutan pergantian rezim.

Setiap gelombang protes direspons dengan pendekatan keamanan yang tegas. Pemerintah Iran kerap menuding adanya campur tangan asing, termasuk Israel dan Amerika Serikat, dalam menggerakkan aksi massa tersebut.

Di tengah ketegangan itu, Presiden AS Donald Trump pernah menyatakan ancaman keras terhadap Iran jika tindakan terhadap demonstran terus berlanjut. Hubungan Teheran dan Washington memang selama ini berada dalam posisi konfrontatif.

Perjalanan Hidup Ali Khamenei

Secara biografis, Khamenei lahir di Mashhad pada 1939 dari keluarga religius. Ia menempuh pendidikan agama sejak kecil dan melanjutkan studi ke Najaf dan Qom, pusat pendidikan Syiah terkemuka. 

Di Qom, ia menjalin kedekatan dengan Ayatollah Khomeini, yang kelak menjadi pemimpin Revolusi Islam 1979.

Sebelum revolusi, Khamenei aktif menentang rezim Shah Pahlavi. Ia beberapa kali ditangkap oleh polisi rahasia SAVAK dan sempat diasingkan. 

BACA JUGA:Iran Tawarkan Mediasi di Tengah Perang Terbuka Pakistan dan Afghanistan

BACA JUGA:Trump Targetkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran dalam 'Operasi Militer Besar'

Setelah revolusi berhasil, karier politiknya menanjak hingga akhirnya dipercaya menggantikan Khomeini sebagai Pemimpin Tertinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: