Cadangan BBM Hanya Sampai 23 Hari, Prabowo Perintahkan Segera Bangun Storage
Fuel Terminal Tanjung Batu, Balikpapan yang merupakan bagian dari kompleks infrastruktur energi terpadu RDMP Balikpapan yang telah dimodernisasi-Pertamina-
HARIAN DISWAY - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan agar kemampuan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional ditingkatkan dari 21 hari menjadi 3 bulan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa cadangan BBM nasional berada di angka 20-23 hari, atau sedikit di atas batas minimal yang ditetapkan.
Perihal peningkatan cadangan hingga 60 hari, ia tak menampik bahwa hal ini sulit dilakukan dalam waktu dekat sebab Indonesia belum memiliki fasilitas penyimpanan (storage) yang memadai.
Pemerintah pun menilai persoalan utama bukan pada ketersediaan minyak, melainkan pada keterbatasan tempat penyimpanan.
Untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo, Menteri ESDM akan menambah fasilitas penyimpanan (storage) BBM nasional.
BACA JUGA:Pasokan Minyak dari Timteng Terhenti, Indonesia Punya Cadangan BBM Selama 1-2 Bulan ke Depan
BACA JUGA:Harga BBM Hari Ini 3 Maret 2026 Naik, Cek Rinciannya!
“Kita stok 60 hari, mau isi taruh di mana? Kita nggak punya storage. Makanya sekarang arahan Pak Presiden, segera kita membangun storage,” sambungnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam wawancara pada Rabu, 4 Maret 2026 menyebutkan bahwa antisipasi cadangan BBM akan dilakukan dengan pembangunan storage-Kementerian ESDM-Kementerian ESDM
Dari situlah, pemerintah kini berencana membangun fasilitas storage baru agar kapasitas cadangan energi nasional dapat ditingkatkan hingga mampu menampung kebutuhan selama tiga bulan.
“Ini yang harus kita perbaiki, dengan cara apa? Membangun storage agar cadangan kita bisa sampai 3 bulan,” jelas Bahlil.
“Kita berencana salah satu alternatif terbaiknya di wilayah Sumatera,” tambahnya.
BACA JUGA:Perang Iran vs AS dan Israel Berpotensi Dongkrak Harga BBM di Indonesia
BACA JUGA:Harga BBM Serentak Naik! Cek Harga Terbaru di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP
Pemerintah juga telah mengantisipasi potensi gangguan distribusi minyak mentah. Dalam rapat Dewan Energi Nasional (DEN), disampaikan bahwa sekitar 25 persen impor crude oil (minyak mentah) Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah melalui Selat Hormuz.
Untuk mengurangi risiko, sebagian pasokan tersebut mulai dialihkan ke Amerika Serikat dan negara lain yang tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: