Jingzhe, Musim Semi dan Kebangkitan Alam dalam Tradisi Tiongkok

Jingzhe, Musim Semi dan Kebangkitan Alam dalam Tradisi Tiongkok

Periode awal musim semi atau Jingzhe di Tiongkok dirayakan dengan berbagai tradisi. Bahkan masih lestari hingga kini.--China Daily

Setelah periode musim dingin, para petani mulai menyiapkan lahan. Mereka melakukan berbagai pekerjaan meladang.

Sebuah pepatah lama di Tiongkok menyebut, “Ketika Jingzhe tiba, membajak musim semi tak pernah berhenti.”

Ungkapan tersebut menggambarkan betapa sibuknya aktivitas pertanian. Apalagi saat datangnya periode tersebut.

BACA JUGA:Rayakan Imlek 2026, Kampung Tambak Bayan Sajikan Penampilan Tari Lintas Budaya

BACA JUGA:Prediksi Tahun Kuda Api Imlek 2026, Asmara dan Karier Butuh Pengendalian Diri

Selain berkaitan dengan pertanian, Jingzhe juga dirayakan dengan berbagai tradisi. Salah satu kepercayaan yang cukup dikenal adalah ritual mempersembahkan sesaji kepada Harimau Putih.

Itu merupakan makhluk mitologis yang diyakini membawa pertengkaran dan konflik. Untuk menghindari nasib buruk, sebagian masyarakat melakukan simbolisasi.

Mereka mengoleskan darah babi atau daging babi pada gambar harimau tersebut. Ritual itu dipercaya dapat menenangkan kekuatan yang dianggap membawa pertikaian.

Tradisi lain yang cukup unik adalah praktik “memukul penjahat”. Dalam ritual itu, orang-orang menggunakan potongan kertas yang melambangkan sosok penjahat atau pembawa sial. Kertas tersebut kemudian dipukul secara simbolis. Sebagai cara untuk mengusir energi negatif.

BACA JUGA:Imlek, Perkembangan Lintas Zaman dan Lintas Negara

BACA JUGA:Imlek 2026: Tradisi, Makna Angpao, hingga Harapan Tahun Baru

Pada masa Jingzhe, berbagai aktivitas luar ruangan juga mulai ramai dilakukan. Memancing menjadi salah satu kegiatan populer. Karena ikan mulai aktif bergerak seiring meningkatnya suhu air.

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan cuaca yang lebih hangat untuk menikmati alam. Kegiatan seperti menerbangkan layang-layang, berjalan di taman, hingga menikmati bunga musim semi. Beragam aktivitas itulah yang banyak dilakukan.

Di beberapa daerah, perayaan budaya digelar untuk menyambut datangnya Jingzhe. Festival itu biasanya menampilkan pertunjukan musik tradisional, tarian, serta berbagai kegiatan budaya yang mencerminkan warisan lokal.

Contohnya di wilayah Jianghua Yao. Masyarakat setempat mengadakan pertunjukan tradisional suku Yao. Mereka menampilkan kostum berwarna-warni. Juga tarian khas yang menjadi bagian dari identitas budaya mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: china daily