Ratusan Pengurus PWNU Jatim Buka Bersama, Pesan Persatuan Menggema

Ratusan Pengurus PWNU Jatim Buka Bersama, Pesan Persatuan Menggema

Suasana Buka Bersama Warga Nadhiyin di Kantor PWNU Jatim Minggu 15 Maret 2026-Edi Susilo Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Ratusan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Timur menghadiri acara buka bersama yang digelar di Kantor PWNU Jatim, Minggu, 15 Maret 2026.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam momentum kebersamaan tersebut. Di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Anwar Manshur, Konjen Jepang untuk Surabaya Takonai Susumu, hingga Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam sambutannya menyampaikan pentingnya umat Islam di Indonesia memaknai bulan Ramadan sebagai sumber kekuatan. Ia menekankan bahwa ibadah puasa harus dipahami sebagai sarana membangun ketekunan dan kekuatan spiritual, baik bagi diri sendiri maupun bagi umat.

Miftachul Akhyar juga meminta umat Islam, khususnya warga Nahdliyyin, memahami sejarah perjuangan yang terjadi pada bulan suci Ramadan. Menurutnya, banyak peristiwa besar dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan tersebut.

BACA JUGA:Konsul Tiongkok Surabaya Salurkan 200 Paket Ramadan ke PWNU Jawa Timur

BACA JUGA:Lesbumi PWNU Jatim Gelar Pameran Lukisan Mangsa Kalasubo Sambut 1 Abad NU

“Bulan Ramadan bagi umat Islam adalah bulan kemenangan,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada Ramadan, seperti Perang Badar, Fathu Makkah, serta kejayaan Islam di Andalusia. Banyak kemenangan besar diraih umat Islam pada bulan suci tersebut.

Sejarah gemilang itu, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh produktivitas dan semangat. “Bukan bulan yang membuat orang menjadi tidak produktif atau malas-malasan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan bahwa acara buka bersama tersebut telah menjadi tradisi di lingkungan NU. Kegiatan itu bertujuan untuk menjaga ukhuwah, kebersamaan, serta memperkuat persatuan umat.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol dan cita-cita didirikannya NU, yaitu menjaga kebersamaan antarumat,” ujar Gus Kikin, sapaan akrab KH Abdul Hakim Mahfudz.

BACA JUGA:Kantor Pertama PBNU Ada di Kota Pasuruan, Gus Amak Harapkan Menjadi Cagar Budaya NU

BACA JUGA:Operasi Senyap PKB di Muktamar ke-35: Memulangkan PBNU ke Khittah Politik Melalui Empat Figur dan Kader Terbaiknya

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga persatuan di tengah perbedaan. Termasuk apabila pada tahun ini terjadi perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idulfitri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: