Efektivitas PSG Hancurkan Chelsea, Ini Penjelasan Liam Rosenior
Chelsea tersingkir dari Liga Champions usai kalah agregat 2-8 dari PSG akibat main ceroboh dan tumpul, kini fokus ke Piala FA dan empat besar liga.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Chelsea harus mengakhiri perjalanan di Liga Champions 2025/2026. Berstatus sebagai klub juara dunia, mereka kalah telak dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat 2-8 di babak 16 besar.
Ya, dalam laga leg kedua, Rabu dini hari WIB, 18 Maret 2026, mereka ditebas 0-3. Padahal, mereka bermain di kandang sendiri, Stamford Bridge. The Blues pun tersingkir dengan agregat 2-8, setelah di leg pertama takluk dengan skor 2-5.
Pelatih Liam Rosenior mengakui sejak awal timnya sudah berada dalam situasi sulit. Dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan jelas memperparah keadaan.
Ia menyoroti bagaimana momen kecil bisa berujung fatal di level tertinggi. Mereka ketinggalan 0-2 di pertengahan babak pertama. Lewat gol Kvicha Kvaratskhelia (6) dan Bradley Barcola (14). Di babak kedua, Chelsea kebobolan lagi oleh Senny Mayulu (62).
BACA JUGA:Chelsea vs PSG 0-3: Dibantai di Kandang, The Blues Tersingkir dari Liga Champions
BACA JUGA:Rating Pemain Chelsea Usai Disingkirkan PSG dari Liga Champions: Semua Lini Buruk!
"Kami tahu ini akan jadi malam yang sulit, apalagi dengan cara kami memulai pertandingan," ujarnya.
"Di level seperti ini, Anda tidak boleh membuat kesalahan. Kami sebenarnya menguasai bola di area mereka, tapi justru kebobolan lewat tembakan jarak jauh,” sesalnya.

Kalah efisien, Chelsea gugur dari Liga Champions dengan agregat telak 2-8 dari PSG; badai cedera kini hantui pasukan Rosenior di kompetisi domestik.-Shaun Brooks-Getty Images
PSG tampil sangat efektif dalam memanfaatkan peluang. Tiga gol pasukan Luis Enrique itu menunjukkan betapa tajamnya lini depan mereka. Sebaliknya, Chelsea kesulitan mengonversi peluang menjadi gol meski cukup dominan dalam jumlah tembakan.
Secara statistik, Chelsea mencatat 18 percobaan dengan 9 tepat sasaran, tetapi semuanya gagal membuahkan hasil berkat performa solid kiper PSG, Matvey Safonov.
Rosenior juga mengakui efektivitas lawan menjadi pembeda utama. "Mereka sangat klinis. Ketika peluang datang, mereka langsung menghukum kami. Sementara kami punya banyak peluang, tapi tidak cukup tajam untuk menyelesaikannya," tambahnya.
BACA JUGA:Real Madrid Mau Boyong Enzo Fernandez dari Chelsea, Camavinga Bisa Dikorbankan?
BACA JUGA:Chelsea Ditabok Newcastle 0-1, Liam Rosenior Soroti Finishing Bapuk
Cedera Jadi Masalah Baru, Fokus Beralih ke Kompetisi Domestik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: fotmob