Barcelona Hancurkan Newcastle 7-2, Hansi Flick: Ini Pertandingan Gila!
Hansi Flick sebut kemenangan telak Barcelona 7-2 atas Newcastle sebagai "game gila" yang antarkan Blaugrana ke perempat final Liga Champions dengan agregat 8-3.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Pelatih Hansi Flick mengaku lega setelahBarcelona berhasil melewati laga “gila” melawan Newcastle United dan memastikan tempat di perempat final Liga Champions pada Kamis dini hari WIB, 19 Maret 2026.
Barcelona menang telak 7-2 pada leg kedua, sekaligus mengunci agregat 8-3 dalam pertandingan yang berlangsung penuh drama.
Tim asuhan Flick sempat berada dalam tekanan, terutama di babak pertama saat Newcastle mampu menyamakan skor menjadi 2-2 lewat dua gol Anthony Elanga.
Situasi tersebut sempat membuat Barcelona kehilangan kendali permainan. Mereka terlalu sering kehilangan bola dan memainkan umpan-umpan langsung yang justru menguntungkan lawan. Flick pun mengakui timnya tidak tampil optimal di awal laga.
BACA JUGA:Rating Pemain Barcelona yang Bantai Newcastle 7-2, Raphinha Bantu 5 Gol
BACA JUGA:Barcelona vs Newcastle 7-2 (Agg 8-3), Blaugrana Mulus Melaju ke 8 Besar

Selebrasi Fermin Lopez usai buat Barca unggul 4-2 atas Newcastle (Agg 5-3) dalam laga leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis 19 Maret 2026--Uefa.com
Namun, momentum berubah tepat sebelum turun minum. Penalti dari Lamine Yamal membawa Barcelona kembali unggul 3-2 dan menenangkan permainan mereka. Di babak kedua, Barcelona tampil jauh lebih dominan.
Gol Fermin Lopez di awal babak kedua menjadi titik balik yang membuat Barcelona semakin percaya diri. Setelah itu, mereka terus menekan hingga menambah gol lewat Robert Lewandowski dan Raphinha, yang tampil luar biasa dengan kontribusi gol dan assist.
Kemenangan itu juga mencatat sejarah sebagai margin kemenangan terbesar klub Spanyol atas tim Inggris di kompetisi Eropa sejak 1966.
BACA JUGA:Messi Bisa Kembali Kapan Saja, Laporta: Barcelona Selalu Terbuka Untuknya
BACA JUGA:Rating Pemain Barcelona yang Tekuk Sevilla 5-2, Raphinha Bintangnya
Evaluasi Flick dan Peran Kunci Raphinha
Flick menilai perbedaan utama terjadi di babak kedua, ketika timnya mulai mengontrol permainan dengan lebih baik. Ia menegaskan bahwa pendekatan di babak pertama tidak sesuai rencana, terutama karena terlalu mudah kehilangan penguasaan bola.
“Itu pertandingan yang gila. Kami tidak cukup tajam di babak pertama, tapi membaik setelah jeda. Kami mulai menguasai bola dan itu membuat permainan kembali ke arah kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: fotmob