Fasilitas Nuklir Dimona Israel Dihajar Rudal Iran, Netanyahu Bersumpah Kejar Para Petinggi IRCG
Warga Israel di puing-puing bangunan di Kota Dimona, Israel selatan setelah serangan Iran tak tercegat pada Sabtu malam-John Wessels/AFP-
HARIAN DISWAY - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada hari Minggu, 22 Maret 2026 bersumpah untuk mengejar para komandan senior Garda Revolusi Iran (IRGC) secara "pribadi".
Pernyataan keras ini disampaikan saat ia mengunjungi kota Arad di wilayah selatan yang hancur akibat hantaman rudal Iran pada malam sebelumnya.
"Kami akan mengejar rezim itu. Kami akan mengejar IRGC, komplotan kriminal ini," tegas Netanyahu saat menginspeksi kerusakan bangunan. "Kami akan mengejar mereka secara pribadi—pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara langsung," katanya.
Salah satu target serangan Iran pada Sabtu malam, 21 Maret 2026 adalah Dimona, wilayah di Selatan Israel yang diyakini secara luas sebagai lokasi penyimpanan gudang senjata nuklir Israel yang tidak diumumkan.
Rudal balistik Iran dilaporkan menghantam area yang hanya berjarak lima kilometer dari fasilitas nuklir tersebut. Dampak ledakan merobek bangunan tempat tinggal dan menyebabkan puluhan warga terluka.
BACA JUGA:Trump Beri Waktu Iran 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, Ancam Musnahkan Jaringan Listrik
BACA JUGA:Rudal Iran Hantam Kota Tua Yerusalem, Dekat Situs Suci Tiga Agama
Pihak Teheran menyatakan bahwa serangan ke Dimona merupakan balasan atas serangan sebelumnya terhadap situs nuklir Natanz milik Iran. Fasilitas Natanz, yang menampung sentrifugasi bawah tanah untuk pengayaan uranium, sebelumnya sempat mengalami kerusakan pada perang Juni 2025.
Peringatan PBB
Eskalasi yang menyasar titik-titik sensitif nuklir ini memicu peringatan serius dari komunitas internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa perang di Timur Tengah telah mencapai "tahap yang sangat berbahaya" dengan adanya serangan di sekitar situs nuklir, baik di Iran maupun Israel.
BACA JUGA:Trump Klaim Perang Iran Bisa Segera Berakhir, AS Telah Capai Kemajuan Besar
BACA JUGA:Warga Iran Salat Id di Tengah Perang, Teheran Padat Meski Diancam Serangan
"Serangan yang menargetkan situs nuklir menciptakan ancaman yang meningkat terhadap kesehatan masyarakat dan keselamatan lingkungan," tulis Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui unggahan di media sosial X. Ia mendesak semua pihak untuk menahan diri guna menghindari insiden nuklir yang tidak diinginkan.
Meskipun Israel tidak pernah mengakui kepemilikan senjata nuklir dan bersikeras bahwa situs Dimona hanya untuk penelitian, ancaman di area tersebut telah memicu kekhawatiran global. Namun, Tedros menambahkan bahwa berdasarkan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), hingga saat ini belum ada indikasi tingkat radiasi yang abnormal di luar lokasi serangan.
Di Arad, kota tetangga Dimona, kerusakan ekstensif terlihat pada beberapa bangunan sipil. Petugas medis terus menangani puluhan korban luka, sementara militer Israel bersiap melakukan deeskalasi dengan cara yang disebut Netanyahu sebagai pengejaran target individu terhadap kepemimpinan Iran.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: