Skandal Medis di Real Madrid: Tim Dokter Keliru Diagnosis Lutut Mbappe

Skandal Medis di Real Madrid: Tim Dokter Keliru Diagnosis Lutut Mbappe

Kylian Mbappe bantah rumor cedera serius dan tegaskan telah pulih 100% setelah jalani perawatan di Paris, siap bela Real Madrid dan timnas Prancis.--Getty Images

Dalam periode tersebut, ia bahkan mampu mencetak sejumlah gol penting, menunjukkan dedikasi tinggi meski berada dalam kondisi fisik yang tidak ideal. Namun, risiko jangka panjang dari keputusan tersebut menjadi sorotan utama.

Kronologi Cedera Mbappe

Berikut rangkaian kejadian yang menggambarkan bagaimana situasi ini berkembang, disusun secara kronologis:

7 Desember 2025 – Cedera awal vs Celta Vigo

  • Mbappe mengalami masalah pada lutut kiri saat menghadapi Celta Vigo. Meski merasakan ketidaknyamanan, ia tetap menyelesaikan pertandingan penuh selama 90 menit. Hal ini menjadi awal dari pola bermain sambil menahan rasa sakit.

7–10 Desember 2025 – Pemeriksaan yang keliru

  • Dalam periode ini, Mbappe menjalani tes medis. Namun, laporan menyebutkan bahwa yang diperiksa justru lutut kanan, bukan lutut kiri yang bermasalah. Karena itu, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya cedera serius, sehingga ia dinyatakan dalam kondisi baik.

BACA JUGA:Valencia vs Madrid 0-2, Arbeloa Samakan Mbappe dengan Cristiano Ronaldo

BACA JUGA:Valencia vs Madrid 0-2, Mbappe-Carreras Bawa Los Blancos Pepet Barcelona


Tim medis Real Madrid salah diagnosis lutut Mbappe, membuatnya bermain dengan robekan ligamen selama berbulan-bulan hingga berisiko fatal bagi kariernya.-MB Media-Getty Images

10 Desember 2025 – Absen vs Manchester City

  • Anehnya, meski dinyatakan fit, Mbappé tidak dimainkan saat menghadapi Manchester City di Liga Champions. Ia hanya duduk di bangku cadangan dalam kekalahan 1-2. Hal ini menimbulkan tanda tanya terkait kondisi sebenarnya.

14–20 Desember 2025 – Bermain dalam kondisi cedera

  • Dalam tiga pertandingan beruntun melawan Alaves, Talavera, dan Sevilla, Mbappe bermain penuh masing-masing 90 menit. Ia bahkan mencetak total empat gol. Ironisnya, performa impresif ini terjadi saat ia sebenarnya masih mengalami cedera yang belum terdeteksi dengan benar.

31 Desember 2025 – Diagnosis sebenarnya terungkap

  • Menjelang pergantian tahun, kondisi Mbappe akhirnya diperiksa ulang. Ia didiagnosis mengalami cedera lutut berupa keseleo, yang kemudian diketahui sebagai robekan parsial ligamen posterior. Klub memutuskan untuk menanganinya dengan metode konservatif (tanpa operasi).

BACA JUGA:Minim Lari di Real Madrid, Didier Deschamps Bela Kylian Mbappe

BACA JUGA:Mbappe Jadi Pahlawan, Ini Rating Pemain Real Madrid vs Rayo Vallecano

11 Januari 2026 – Dipaksakan tampil di final Supercopa

  • Setelah sempat absen di beberapa laga, Mbappe dibawa ke Arab Saudi untuk tampil di final melawan Barcelona. Ia hanya bermain sebagai pemain pengganti, namun tidak mampu membantu tim menghindari kekalahan. Kekalahan ini juga berujung pada pemecatan pelatih saat itu.

Februari 2026 – Mencari opini medis kedua

  • Mbappe tetap bermain di sebagian besar pertandingan Januari hingga Februari, sebelum akhirnya rasa sakit semakin parah. Ketidakhadirannya dalam laga penting Liga Champions melawan Benfica menjadi titik balik. Ia kemudian pergi ke Prancis untuk mendapatkan pendapat medis independen. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa periode tersebut bukanlah masa yang menyenangkan baginya.

17 Maret 2026 – Kembali bermain vs Manchester City

  • Setelah absen lebih dari tiga minggu, Mbappé kembali bermain sebagai pemain pengganti saat menghadapi Manchester City di babak 16 besar Liga Champions. Meski menyatakan dirinya sudah “baik-baik saja”, ia masih digunakan secara terbatas untuk menghindari risiko cedera kambuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sport illustrated