Bintang Silaturahmi

Bintang Silaturahmi

ilustrasi Gusti--

Memang masih ada Nasdem dan PKS yang tidak kebagian menteri. Nasdem, sudah mendeklarasi diri bagian dari pemerintah walau tidak ada kader di kabinet. PKS juga menyatakan bergabung dengan Prabowo-Gibran. Selama ini, keduanya selalu searah dengan kebijakan pemerintah.

Lain dengan PDIP. Hubungan Prabowo dan Mega juga pasang surut . Kader-kader PDIP selalu mengkritisi kebijakan pemerintah Prabowo. Mode oposisi. Tiada henti mengkritisi MBG dan Koperasi Merah  Putih.

Tapi asiknya, Didit selalu disambut istimewa oleh keluarga Megawati. Bahkan, mereka lah yang merayakan ulang tahun Didit. Tahun lalu, ramai netizen menjodohkan Didit dengan Pinka Hapsari. Walaupun isu itu tak seheboh tahun lalu, masih ada netizen yang berharap mereka berjodoh.

Didit juga bertandang ke rumah SBY di Cileas.  Ada AHY dan  istrinya. Juga Ibas dan istrinya. Safari berlanjut ke Ciganjur, kediaman keluarga besar Gus Dur. Yenny Wahid, di IG nya menulis, “Terimakasih Adikku, Mas Didit Prabowo udah menyempatkan mampir di Ciganjur...”. Kalimat yang menunjukkan keakraban mereka. 

Didit yang bernama asli Ragowo Hadiprasetyo, memilih salat id di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, bukan di Istiqlal.  Ayahnya, Prabowo salat id di Aceh Tamiang. 

Pilihan tempat salat ini mempertemukan ia dengan sejumlah tokoh nasional, termasuk bersilaturahmi dengan Jusuf Kalla. Juga, Prof. Mahfud MD yang menjadi khotib. Ada Prof. Jimly Assadeqi, mantan ketua MK. Serta mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. 

Bahkan Didit yang berinisiatif foto bersama dengan tokoh itu. Terlihat sangat akrab dengan Anies Baswedan. Sosok yang menjadi rival ayahnya di pilpres lalu.

Kalau kita lihat  foto dan video aktivitas Didit selama Idulfitri, semua pihak senang bertemu dengannya. Apakah karena ia terlihat selalu tulus.

Yang membuat semua welcome, Didit  tak pernah memperlihatkan sisi sebagai politisi. Tak pernah bicara soal politik, sehingga semua nyaman.

Padahal, kalau Didit mau terjun politik, nasabnya sangat super kuat. Kakeknya,  Presiden Soeharto.  Ayahnya juga presiden. Ia pun mewarisi Partai Gerindra, salah satu partai besar.

Kalau pun Didit belum pernah berambisi jadi presiden, paling tidak ia akan dikenal sebagai “Bintang Silaturahmi”.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: